Pertumbuhan Pinjaman Indonesia Melambat ke Level Terendah 3 Bulan

2025-11-19 07:36 Chusnul Chotimah Waktu baca 1 menit
Pertumbuhan tahunan kredit Indonesia melambat menjadi 7,36% secara tahunan pada Oktober 2025, turun dari 7,7% pada September yang merupakan tertinggi dalam tiga bulan. Ini menandai pertumbuhan terendah sejak Juli, mencerminkan melemahnya daya beli, menyusutnya kelas menengah, dan kehati-hatian yang lebih besar di antara bank dalam memberikan kredit. Tren ini terlihat dalam volume fasilitas kredit yang belum dicairkan yang mencapai IDR 2.450,7 triliun pada Oktober 2025, setara dengan 22,97% dari total plafon kredit yang disetujui. "Permintaan kredit yang lemah dipengaruhi oleh bisnis yang masih menahan ekspansi dalam sikap menunggu dan melihat, ketergantungan yang lebih besar pada pembiayaan internal oleh korporasi, dan suku bunga kredit yang tetap relatif tinggi," kata Perry Warjiyo, Gubernur BI. Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang tahun 2025 akan berada di ujung bawah dari kisaran target 8–11%, dengan peningkatan yang lebih kuat diantisipasi pada 2026.


Berita
Pertumbuhan Pinjaman Indonesia Melambat ke Level Terendah dalam 3 Bulan
Pertumbuhan tahunan pinjaman Indonesia sedikit melambat menjadi 9,37% tahun-ke-tahun pada Februari 2026 dari 9,96% pada bulan sebelumnya, menandai laju paling lambat sejak November 2025. Perlambatan ini mencerminkan daya beli yang lebih lemah, kelas menengah yang menyusut, dan peningkatan kehati-hatian di antara bank dalam memberikan kredit. Namun, pertumbuhan didukung oleh peningkatan kredit investasi, yang tumbuh 20,72% dari tahun sebelumnya, bersama dengan kenaikan pinjaman modal kerja (3,88%) dan kredit konsumen (6,34%). Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit keseluruhan pada 2026 akan tetap stabil dalam kisaran 8–12%, didorong oleh faktor penawaran dan permintaan.
2026-03-17
Pertumbuhan Pinjaman Indonesia Mencapai Tertinggi dalam Hampir 1 Tahun
Pertumbuhan tahunan pinjaman Indonesia naik sebesar 9,96% secara tahunan pada Januari 2026, meningkat dari 9,69% pada bulan sebelumnya. Ini menandai laju pertumbuhan tercepat sejak Februari 2025, terutama didorong oleh kredit investasi yang melonjak 22,38% dari tahun sebelumnya, di samping peningkatan pinjaman modal kerja (4,13%) dan kredit konsumsi (6,58%). Pertumbuhan ini juga didukung oleh aktivitas ekonomi yang lebih kuat, pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial, serta kemajuan dalam program prioritas pemerintah. Ke depan, Bank Indonesia mengatakan pertumbuhan kredit tetap solid, didukung oleh faktor permintaan dan penawaran. Bank sentral memperkirakan pertumbuhan kredit dalam kisaran 8% hingga 12% pada 2026. Namun demikian, BI berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk meningkatkan transmisi suku bunga dan lebih mendukung pemberian pinjaman bank.
2026-02-19
Pertumbuhan Pinjaman Indonesia Tertinggi dalam 10 Bulan
Pertumbuhan tahunan pinjaman di Indonesia naik menjadi 9,69% secara tahunan pada Desember 2025, naik dari 7,74% pada November, menandai laju tercepat sejak Februari di tengah upaya pemerintah untuk meningkatkan permintaan domestik. Pertumbuhan pinjaman didukung oleh ekspansi dalam pinjaman konsumsi (6,58%), pinjaman investasi (21,06%), dan pinjaman modal kerja (4,52%). Namun, volume fasilitas pinjaman yang belum dicairkan tetap tinggi, mencapai IDR 2.439,2 triliun pada Desember 2025, setara dengan 22,12% dari total plafon kredit yang disetujui. Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit sepanjang tahun 2026 akan berada dalam kisaran target 8–12%.
2026-01-21