Indonesia mencatat defisit Neraca Berjalan sebesar 0,10 persen dari Produk Domestik Bruto negara pada tahun 2025. Neraca Berjalan terhadap PDB di Indonesia rata-rata -0,65 persen dari PDB dari tahun 1980 hingga 2025, mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar 4,80 persen dari PDB pada tahun 2000 dan rekor terendah sebesar -6,80 persen dari PDB pada tahun 1983.

Neraca Berjalan terhadap PDB di Indonesia rata-rata -0,65 persen dari PDB dari tahun 1980 hingga 2025, mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar 4,80 persen dari PDB pada tahun 2000 dan rekor terendah sebesar -6,80 persen dari PDB pada tahun 1983.

Neraca Berjalan terhadap PDB di Indonesia diperkirakan mencapai -1,10 persen dari PDB pada akhir 2026, menurut model makro global Trading Economics dan ekspektasi analis. Dalam jangka panjang, Neraca Berjalan terhadap PDB Indonesia diproyeksikan akan berada di sekitar -1,10 persen dari PDB pada 2027 dan -1,00 persen dari PDB pada 2028, menurut model ekonometrik kami.



Terakhir Sebelum Ini Satuan Referensi
Arus Modal -8072.00 -3521.00 Usd - Juta Sep 2025
Transaksi Berjalan -2542.00 4010.00 Usd - Juta Dec 2025
Transaksi Berjalan dibandingkan dengan PDB -0.10 -0.61 Persen Dari Pdb Dec 2025
Utang Luar Negeri 431728.84 427582.93 Usd - Juta Dec 2025
Remitansi 4465.04 4368.92 Usd - Juta Dec 2025
Pendapatan Pariwisata 5624.00 4390.10 Usd - Juta Sep 2025


Neraca Perdagangan Indonesia ke PDB
Neraca transaksi berjalan sebagai persentase dari PDB memberikan indikasi tentang tingkat daya saing internasional suatu negara. Biasanya, negara yang mencatat surplus neraca transaksi berjalan yang kuat memiliki ekonomi yang sangat bergantung pada pendapatan ekspor, dengan tingkat tabungan tinggi tetapi permintaan domestik yang lemah. Di sisi lain, negara yang mencatat defisit neraca transaksi berjalan memiliki impor yang kuat, tingkat tabungan rendah, dan tingkat konsumsi pribadi yang tinggi sebagai persentase dari pendapatan yang tersedia.
Realisasi Sebelum Ini Tertinggi Paling Rendah Tanggal Satuan Frekuensi
-0.10 -0.61 4.80 -6.80 1980 - 2025 Persen Dari Pdb Tahunan