Pertumbuhan Pinjaman Indonesia Mencapai Tertinggi dalam Hampir 1 Tahun

2026-02-19 08:09 Czyrill Jean Coloma Waktu baca 1 menit
Pertumbuhan tahunan pinjaman Indonesia naik sebesar 9,96% secara tahunan pada Januari 2026, meningkat dari 9,69% pada bulan sebelumnya. Ini menandai laju pertumbuhan tercepat sejak Februari 2025, terutama didorong oleh kredit investasi yang melonjak 22,38% dari tahun sebelumnya, di samping peningkatan pinjaman modal kerja (4,13%) dan kredit konsumsi (6,58%). Pertumbuhan ini juga didukung oleh aktivitas ekonomi yang lebih kuat, pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial, serta kemajuan dalam program prioritas pemerintah. Ke depan, Bank Indonesia mengatakan pertumbuhan kredit tetap solid, didukung oleh faktor permintaan dan penawaran. Bank sentral memperkirakan pertumbuhan kredit dalam kisaran 8% hingga 12% pada 2026. Namun demikian, BI berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk meningkatkan transmisi suku bunga dan lebih mendukung pemberian pinjaman bank.


Berita
Pertumbuhan Pinjaman Indonesia Meningkat pada Maret
Pertumbuhan tahunan pinjaman di Indonesia naik sebesar 9,49% secara tahunan pada Maret 2026, meningkat dari titik terendah tiga bulan sebesar 9,37% pada bulan sebelumnya. Kenaikan ini terutama didorong oleh pertumbuhan kuat dalam pinjaman investasi (20,85%), pinjaman modal kerja (4,38%), dan kredit konsumsi (5,88%). Dari sisi permintaan, bank masih memegang sejumlah besar fasilitas pinjaman yang belum dicairkan dengan total Rp2.527,46 triliun, setara dengan 22,59% dari total plafon kredit yang tersedia. Dari sisi penawaran, rasio aset likuid terhadap simpanan berada pada 27,85% pada bulan Maret, sementara dana pihak ketiga (DPK) tumbuh dengan kuat sebesar 13,55% secara tahunan. Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit akan tetap dalam kisaran stabil 8–12% pada tahun 2026, didukung oleh dinamika permintaan dan penawaran. Bank sentral juga mengisyaratkan rencana untuk lebih memperkuat kapasitas pendanaan bank, termasuk melalui pengembangan instrumen pendanaan non-tradisional di luar simpanan konvensional, dalam upaya untuk mempertahankan momentum pemberian pinjaman.
2026-04-22
Pertumbuhan Pinjaman Indonesia Melambat ke Level Terendah dalam 3 Bulan
Pertumbuhan tahunan pinjaman Indonesia sedikit melambat menjadi 9,37% tahun-ke-tahun pada Februari 2026 dari 9,96% pada bulan sebelumnya, menandai laju paling lambat sejak November 2025. Perlambatan ini mencerminkan daya beli yang lebih lemah, kelas menengah yang menyusut, dan peningkatan kehati-hatian di antara bank dalam memberikan kredit. Namun, pertumbuhan didukung oleh peningkatan kredit investasi, yang tumbuh 20,72% dari tahun sebelumnya, bersama dengan kenaikan pinjaman modal kerja (3,88%) dan kredit konsumen (6,34%). Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit keseluruhan pada 2026 akan tetap stabil dalam kisaran 8–12%, didorong oleh faktor penawaran dan permintaan.
2026-03-17
Pertumbuhan Pinjaman Indonesia Mencapai Tertinggi dalam Hampir 1 Tahun
Pertumbuhan tahunan pinjaman Indonesia naik sebesar 9,96% secara tahunan pada Januari 2026, meningkat dari 9,69% pada bulan sebelumnya. Ini menandai laju pertumbuhan tercepat sejak Februari 2025, terutama didorong oleh kredit investasi yang melonjak 22,38% dari tahun sebelumnya, di samping peningkatan pinjaman modal kerja (4,13%) dan kredit konsumsi (6,58%). Pertumbuhan ini juga didukung oleh aktivitas ekonomi yang lebih kuat, pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial, serta kemajuan dalam program prioritas pemerintah. Ke depan, Bank Indonesia mengatakan pertumbuhan kredit tetap solid, didukung oleh faktor permintaan dan penawaran. Bank sentral memperkirakan pertumbuhan kredit dalam kisaran 8% hingga 12% pada 2026. Namun demikian, BI berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk meningkatkan transmisi suku bunga dan lebih mendukung pemberian pinjaman bank.
2026-02-19