Penjualan mobil baru di Indonesia turun 13,8% secara tahunan menjadi 61.271 unit pada Maret 2026, membalikkan lonjakan yang direvisi naik sebesar 12,3% pada bulan sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh libur panjang Idul Fitri. Namun, untuk kuartal pertama tahun ini, penjualan mobil naik 1,7% dibandingkan periode yang sama pada 2025, mencapai 209.021 unit. Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo) sebelumnya menargetkan penjualan mobil baru domestik mencapai 850.000 unit pada 2026. Angka tersebut mewakili peningkatan 5,8% dari total 2025 sebesar 803.687 unit. Secara bulanan, penjualan mobil juga menurun, anjlok 24,6% dari Februari, ketika mencatat 81.250 unit. Sementara itu, penjualan ritel mobil baru turun 14,8% secara bulanan menjadi 66.637 unit.

Pendaftaran Mobil di Indonesia meningkat menjadi 81.159 unit pada bulan Februari dari 66.472 unit pada bulan Januari 2026. Pendaftaran Mobil di Indonesia rata-rata mencapai 61617,45 Unit dari tahun 1999 hingga 2026, mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar 115974 Unit pada September 2013 dan rekor terendah sebesar 1898 Unit pada Januari 1999.



Kalender GMT Referensi Realisasi Sebelum Ini Kesepakatan
2026-03-13 10:15 AM
Penjualan Mobil (Tahunan)
Feb 12.2% 7%
2026-04-10 04:00 AM
Penjualan Mobil (Tahunan)
Mar -13.8% 12.3%
2026-05-08 06:00 AM
Penjualan Mobil (Tahunan)
Apr -13.8%


Terakhir Sebelum Ini Satuan Referensi
Indeks Keyakinan Bisnis 10.61 11.55 Poin Dec 2025
Penggunaan Kapasitas 73.15 73.84 Persen Dec 2025
Produksi Mobil 1026976.00 1180355.00 Unit Dec 2024
Penjualan Mobil (Tahunan) 61271.00 81250.00 Unit Mar 2026
Perubahan Persediaan 539.69 6423.83 Idr - Miliar Dec 2025
Indikator Utama Komposit 100.90 101.01 Poin Mar 2026
Indeks Korupsi 34.00 37.00 Poin Dec 2025
Peringkat Korupsi 109.00 99.00 Dec 2025
Pertumbuhan Produksi Industri (y-on-y) 2.63 9.40 Persen Dec 2025
Penjualan Sepeda Motor (Tahunan) 448974.00 587354.00 Unit Mar 2026


Penjualan Mobil Total di Indonesia
Di Indonesia, Total Penjualan Mobil mengacu pada total penjualan domestik mobil penumpang baru.
Realisasi Sebelum Ini Tertinggi Paling Rendah Tanggal Satuan Frekuensi
61271.00 81250.00 115974.00 1898.00 1999 - 2026 Unit Bulanan
Volume, NSA

Berita
Penjualan Mobil Indonesia Turun 13,8% pada Maret
Penjualan mobil baru di Indonesia turun 13,8% secara tahunan menjadi 61.271 unit pada Maret 2026, membalikkan lonjakan yang direvisi naik sebesar 12,3% pada bulan sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh libur panjang Idul Fitri. Namun, untuk kuartal pertama tahun ini, penjualan mobil naik 1,7% dibandingkan periode yang sama pada 2025, mencapai 209.021 unit. Asosiasi Industri Otomotif Indonesia (Gaikindo) sebelumnya menargetkan penjualan mobil baru domestik mencapai 850.000 unit pada 2026. Angka tersebut mewakili peningkatan 5,8% dari total 2025 sebesar 803.687 unit. Secara bulanan, penjualan mobil juga menurun, anjlok 24,6% dari Februari, ketika mencatat 81.250 unit. Sementara itu, penjualan ritel mobil baru turun 14,8% secara bulanan menjadi 66.637 unit.
2026-04-12
Penjualan Mobil Indonesia Naik 12,2% pada Februari
Penjualan mobil baru di Indonesia naik 12,2% secara tahunan menjadi 81.159 unit pada Februari 2026, setelah naik 7,0% pada bulan sebelumnya. Peningkatan ini menandakan bahwa permintaan untuk kendaraan baru secara bertahap membaik setelah melemah pada Januari, didukung oleh minat yang lebih kuat terhadap kendaraan listrik dan pemulihan yang lebih luas di sektor otomotif Indonesia. Secara bulanan, penjualan mobil melonjak 22,1%. Pada periode Januari-Februari, total penjualan grosir mencapai 147.631 unit. Sementara itu, penjualan ritel mobil baru melonjak 16,7% secara bulanan menjadi 78.219 unit.
2026-03-13
Penjualan Mobil Desember di Indonesia Naik 25,7%
Pendaftaran mobil baru di Indonesia melonjak 25,7% tahun-ke-tahun menjadi 100.163 unit pada Desember 2025, pulih tajam dari penurunan 0,8% pada November. Peningkatan akhir tahun didukung oleh promosi musiman dan permintaan konsumen yang meningkat selama musim liburan panjang. Sepanjang tahun, total penjualan kendaraan mencapai 808.450 unit, turun 6,8% dari 2024, mencerminkan kelemahan pasar yang lebih luas meskipun hasil kuat pada Desember.
2026-01-09