Indonesia Tahan Suku Bunga karena Rupiah Tetap Lemah

2026-01-21 07:39 Chusnul Chotimah Waktu baca 1 menit
Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan pada 4,75% untuk pertemuan ke-4 berturut-turut pada pertemuan kebijakan Januari 2026, sesuai dengan ekspektasi, karena berupaya membatasi pelemahan lebih lanjut pada rupiah meskipun ada tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi. Rupiah melemah sebesar 1,53% per 20 Januari 2026, dibandingkan dengan akhir Desember 2025. Bank sentral telah melakukan pemangkasan kumulatif sebesar 150 bps sejak September 2024, membawa suku bunga ke level terendah sejak Oktober 2022 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Keputusan ini menyoroti pandangan BI bahwa inflasi pada 2026 akan tetap dalam kisaran targetnya sebesar 2,5% ± 1%, didukung oleh rupiah yang stabil dan langkah-langkah berkelanjutan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi. BI mempertahankan perkiraan pertumbuhan PDB pada 4,7%–5,5% untuk 2025 dan 4,9%–5,7% untuk 2026. BI juga mempertahankan suku bunga fasilitas simpanan overnight dan suku bunga fasilitas pinjaman tidak berubah pada 3,75% dan 5,50%, masing-masing. BI masih memiliki ruang untuk melanjutkan pemotongan suku bunga, dengan inflasi diperkirakan tetap rendah tahun ini.


Berita
Indonesia Pertahankan Suku Bunga Tetap Sesuai Perkiraan
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan pada 4,75% selama pertemuan kebijakan Maret 2026, sesuai dengan ekspektasi pasar. Keputusan ini bertujuan untuk memperkuat stabilitas Rupiah sambil menjaga inflasi dalam target bank sentral 2026–2027 sebesar 2,5% ±1%. Rupiah melemah ke Rp16.985 per dolar AS pada 16 Maret 2026, turun 1,29% dari level akhir Februari, karena ketegangan Timur Tengah yang meningkat memicu arus keluar modal dari pasar negara berkembang. Sementara itu, tingkat inflasi tahunan naik menjadi 4,76% pada Februari 2026 dari 3,55% pada Januari, menandai level tertinggi sejak Maret 2023. Meskipun ada hambatan global, bank sentral mempertahankan perkiraan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,9%–5,7% untuk 2026. PDB Indonesia tumbuh 5,39% secara tahunan pada Q4 2025, meningkat dari 5,04% pada kuartal sebelumnya dan menandai ekspansi ekonomi terkuat sejak Q3 2022. Bank sentral juga mempertahankan suku bunga fasilitas simpanan semalam pada 3,75% dan suku bunga fasilitas pinjaman pada 5,50%.
2026-03-17
Indonesia Pertahankan Suku Bunga Tetap
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah pada 4,75% untuk pertemuan kelima berturut-turut pada Februari 2026, sesuai dengan ekspektasi pasar. Keputusan terbaru ini bertujuan untuk menstabilkan rupiah di tengah volatilitas keuangan global yang terus-menerus, sambil memastikan inflasi tetap dalam kisaran target 2026–2027 dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Rupiah tetap mendekati level terendah sepanjang masa di tengah kekhawatiran investor terhadap potensi penurunan peringkat oleh MSCI Inc. dan Moody’s Ratings terhadap ekuitas dan peringkat kredit negara. Sementara itu, tingkat inflasi tahunan naik menjadi 3,55% pada Januari 2026, level tertinggi sejak Mei 2023. Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan inflasi tahunan pada 2026 dan 2027 akan tetap dalam kisaran target 2,5% ±1%. Selain itu, BI mempertahankan perkiraan pertumbuhan ekonomi pada 4,7%–5,5% untuk 2025 dan 4,9%–5,7% untuk 2026. Bank sentral juga mempertahankan suku bunga fasilitas simpanan overnight tidak berubah pada 3,75% dan suku bunga fasilitas pinjaman pada 5,50%.
2026-02-19
Indonesia Tahan Suku Bunga karena Rupiah Tetap Lemah
Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan pada 4,75% untuk pertemuan ke-4 berturut-turut pada pertemuan kebijakan Januari 2026, sesuai dengan ekspektasi, karena berupaya membatasi pelemahan lebih lanjut pada rupiah meskipun ada tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi. Rupiah melemah sebesar 1,53% per 20 Januari 2026, dibandingkan dengan akhir Desember 2025. Bank sentral telah melakukan pemangkasan kumulatif sebesar 150 bps sejak September 2024, membawa suku bunga ke level terendah sejak Oktober 2022 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Keputusan ini menyoroti pandangan BI bahwa inflasi pada 2026 akan tetap dalam kisaran targetnya sebesar 2,5% ± 1%, didukung oleh rupiah yang stabil dan langkah-langkah berkelanjutan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi. BI mempertahankan perkiraan pertumbuhan PDB pada 4,7%–5,5% untuk 2025 dan 4,9%–5,7% untuk 2026. BI juga mempertahankan suku bunga fasilitas simpanan overnight dan suku bunga fasilitas pinjaman tidak berubah pada 3,75% dan 5,50%, masing-masing. BI masih memiliki ruang untuk melanjutkan pemotongan suku bunga, dengan inflasi diperkirakan tetap rendah tahun ini.
2026-01-21