Indonesia Pertahankan Suku Bunga Tetap Sesuai Perkiraan

2026-03-17 07:51 Czyrill Jean Coloma Waktu baca 1 menit
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan pada 4,75% selama pertemuan kebijakan Maret 2026, sesuai dengan ekspektasi pasar. Keputusan ini bertujuan untuk memperkuat stabilitas Rupiah sambil menjaga inflasi dalam target bank sentral 2026–2027 sebesar 2,5% ±1%. Rupiah melemah ke Rp16.985 per dolar AS pada 16 Maret 2026, turun 1,29% dari level akhir Februari, karena ketegangan Timur Tengah yang meningkat memicu arus keluar modal dari pasar negara berkembang. Sementara itu, tingkat inflasi tahunan naik menjadi 4,76% pada Februari 2026 dari 3,55% pada Januari, menandai level tertinggi sejak Maret 2023. Meskipun ada hambatan global, bank sentral mempertahankan perkiraan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,9%–5,7% untuk 2026. PDB Indonesia tumbuh 5,39% secara tahunan pada Q4 2025, meningkat dari 5,04% pada kuartal sebelumnya dan menandai ekspansi ekonomi terkuat sejak Q3 2022. Bank sentral juga mempertahankan suku bunga fasilitas simpanan semalam pada 3,75% dan suku bunga fasilitas pinjaman pada 5,50%.


Berita
Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Pertama Sejak 2024
Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps menjadi 5,25% pada pertemuan kebijakan Mei 2026, memberikan kenaikan yang lebih besar dari perkiraan karena pasar telah memperkirakan kenaikan 25 bps menjadi 5%. Langkah ini menandai kenaikan suku bunga pertama bank sentral sejak April 2024, bertujuan untuk memperkuat rupiah, mengekang risiko inflasi impor, dan menjaga inflasi dalam kisaran target pemerintah 2,5% ±1%. Rupiah melemah 2,2% dari akhir April menjadi Rp17.700 per dolar AS pada 19 Mei. Sementara itu, inflasi tahunan mereda menjadi 2,42% pada April 2026 dari 3,48% pada Maret, terendah sejak Agustus 2025 dan masih dalam kisaran target bank sentral. Keputusan ini sejalan dengan fokus kebijakan moneter “pro-stabilitas” yang bertujuan memperkuat ketahanan eksternal Indonesia di tengah ketidakpastian global. Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan (“pro-pertumbuhan”). Bank sentral juga menaikkan suku bunga fasilitas simpanan semalam menjadi 4,75% dan suku bunga fasilitas pinjaman menjadi 6,0%.
2026-05-20
Indonesia Tahan Suku Bunga Tetap untuk Dukung Rupiah
Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah selama tujuh bulan berturut-turut pada 4,75% pada pertemuan kebijakan April 2026, sesuai dengan ekspektasi pasar dan bertujuan untuk mendukung rupiah dan pertumbuhan ekonomi. Rupiah melemah menjadi Rp17.140 per dolar AS pada 16 April 2026, penurunan 0,87% dari level akhir Maret, karena ketegangan Timur Tengah yang meningkat memicu arus keluar modal dari pasar negara berkembang. Sementara itu, BI memperkirakan inflasi tetap dalam kisaran target 2026–2027 sebesar 2,5% ±1%. Tingkat inflasi tahunan melambat ke level terendah tiga bulan sebesar 3,48% pada Maret 2026 dari 4,76% pada Februari, dalam kisaran target bank sentral sebesar 1,5%–3,5%. Meskipun ada tantangan global, bank sentral mempertahankan perkiraan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,9%–5,7% untuk 2026. PDB Indonesia tumbuh 5,39% yoy pada Q4 2025, meningkat dari 5,04% pada Q3 dan menandai pertumbuhan terkuat sejak Q3 2022. Bank sentral juga mempertahankan suku bunga fasilitas simpanan semalam pada 3,75% dan suku bunga fasilitas pinjaman pada 5,50%.
2026-04-22
Indonesia Pertahankan Suku Bunga Tetap Sesuai Perkiraan
Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan pada 4,75% selama pertemuan kebijakan Maret 2026, sesuai dengan ekspektasi pasar. Keputusan ini bertujuan untuk memperkuat stabilitas Rupiah sambil menjaga inflasi dalam target bank sentral 2026–2027 sebesar 2,5% ±1%. Rupiah melemah ke Rp16.985 per dolar AS pada 16 Maret 2026, turun 1,29% dari level akhir Februari, karena ketegangan Timur Tengah yang meningkat memicu arus keluar modal dari pasar negara berkembang. Sementara itu, tingkat inflasi tahunan naik menjadi 4,76% pada Februari 2026 dari 3,55% pada Januari, menandai level tertinggi sejak Maret 2023. Meskipun ada hambatan global, bank sentral mempertahankan perkiraan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,9%–5,7% untuk 2026. PDB Indonesia tumbuh 5,39% secara tahunan pada Q4 2025, meningkat dari 5,04% pada kuartal sebelumnya dan menandai ekspansi ekonomi terkuat sejak Q3 2022. Bank sentral juga mempertahankan suku bunga fasilitas simpanan semalam pada 3,75% dan suku bunga fasilitas pinjaman pada 5,50%.
2026-03-17