Impor Indonesia Naik Paling Kecil dalam 4 Bulan

2026-05-04 04:50 Chusnul Chotimah Waktu baca 1 menit
Impor Indonesia meningkat 1,51% secara tahunan (yoy) menjadi USD 19,21 miliar pada Maret 2026, melambat tajam dari lonjakan 10,85% pada Februari. Ini menandai pertumbuhan impor paling lambat sejak November lalu. Impor nonmigas naik 1,54% menjadi USD 16,04 miliar, terutama didorong oleh peningkatan pembelian mesin dan peralatan mekanik serta bagiannya (4,61%) dan mesin serta peralatan listrik dan bagiannya (4,55%). Sementara itu, impor migas tumbuh 1,34% secara tahunan menjadi USD 3,17 miliar, bangkit dari penurunan 30,36% pada Februari, didorong oleh peningkatan impor minyak mentah (1,69%) dan produk minyak (1,21%). Di antara mitra dagang, impor nonmigas terutama bersumber dari AS, melonjak 16,84%, diikuti oleh negara-negara Uni Eropa (9,88%), sementara dari Tiongkok naik tipis 0,35%. Sebaliknya, impor dari Jepang (-26,35%) dan negara-negara ASEAN (-14,44%) menurun. Untuk kuartal pertama tahun ini, impor naik 10,05% menjadi USD 61,30 miliar.


Berita
Impor Indonesia Mencapai Rekor Tertinggi pada April
Impor Indonesia melonjak 22,49% yoy ke rekor tertinggi USD 25,21 miliar pada April 2026, meningkat tajam dari kenaikan 1,51% pada Maret dan jauh melampaui perkiraan 3,25%. Ini menandai pertumbuhan impor tercepat sejak Agustus 2022, di tengah upaya pemerintah untuk mendukung permintaan domestik dan kenaikan harga minyak. Impor nonmigas tumbuh 14,11% yoy menjadi USD 20,62 miliar, terutama didorong oleh peningkatan pembelian mesin dan peralatan mekanik serta bagiannya (7,18%), serta mesin dan peralatan listrik serta bagiannya (21,85%). Sementara itu, impor migas melonjak 82,52% menjadi USD 4,60 miliar, setelah kenaikan 1,34% pada Maret, didorong oleh peningkatan impor minyak mentah (67,49%) dan produk minyak (87,76%). Di antara mitra dagang, impor nonmigas terutama bersumber dari AS, melonjak 47,27%, diikuti oleh Tiongkok (23,94%), Uni Eropa (23,44%), dan ASEAN (8,45%). Sebaliknya, impor dari Jepang turun 11,10%. Selama empat bulan pertama tahun ini, impor naik 13,40% menjadi USD 86,51 miliar.
2026-06-02
Impor Indonesia Naik Paling Kecil dalam 4 Bulan
Impor Indonesia meningkat 1,51% secara tahunan (yoy) menjadi USD 19,21 miliar pada Maret 2026, melambat tajam dari lonjakan 10,85% pada Februari. Ini menandai pertumbuhan impor paling lambat sejak November lalu. Impor nonmigas naik 1,54% menjadi USD 16,04 miliar, terutama didorong oleh peningkatan pembelian mesin dan peralatan mekanik serta bagiannya (4,61%) dan mesin serta peralatan listrik dan bagiannya (4,55%). Sementara itu, impor migas tumbuh 1,34% secara tahunan menjadi USD 3,17 miliar, bangkit dari penurunan 30,36% pada Februari, didorong oleh peningkatan impor minyak mentah (1,69%) dan produk minyak (1,21%). Di antara mitra dagang, impor nonmigas terutama bersumber dari AS, melonjak 16,84%, diikuti oleh negara-negara Uni Eropa (9,88%), sementara dari Tiongkok naik tipis 0,35%. Sebaliknya, impor dari Jepang (-26,35%) dan negara-negara ASEAN (-14,44%) menurun. Untuk kuartal pertama tahun ini, impor naik 10,05% menjadi USD 61,30 miliar.
2026-05-04
Pertumbuhan Impor Indonesia Melambat
Impor Indonesia naik 10,85% secara tahunan menjadi USD 20,89 miliar pada Februari 2026, melambat dari 18,21% pada Januari dan berada di bawah ekspektasi pasar sebesar kenaikan 11,20%. Impor nonmigas naik 18,24% menjadi USD 18,90 miliar, terutama didorong oleh peningkatan pembelian mesin dan peralatan mekanik serta bagiannya (19,61%) dan mesin serta peralatan listrik dan bagiannya (51,60%). Sebaliknya, impor migas turun tajam, anjlok 30,36% menjadi USD 2,0 miliar, akibat penurunan impor minyak mentah (-65,70%) dan produk minyak (-16,13%). Di antara mitra dagang, impor nonmigas terutama bersumber dari Tiongkok, melonjak 29,01%, diikuti oleh negara-negara ASEAN (27,78%), sementara impor dari Jepang (-16,47%) dan AS (-0,66%) menurun. Selama dua bulan pertama tahun ini, impor naik 14,44% menjadi USD 42,09 miliar.
2026-04-01