Pertumbuhan Harga Rumah Indonesia Capai Rekor Terendah

2026-05-08 03:50 Chusnul Chotimah Waktu baca 1 menit
Harga properti residensial di Indonesia naik sebesar 0,62% secara tahunan pada kuartal I 2026, melambat dari kenaikan 0,83% pada kurtal IV 2025 dan menandai pertumbuhan paling lambat sejak seri data dimulai pada 2003. Angka terbaru mencerminkan menurunnya daya beli dan meningkatnya PHK, yang berkontribusi pada moderasi keseluruhan harga properti. Pertumbuhan harga melambat di semua segmen perumahan: rumah ukuran sedang (0,88% vs 1,12% pada Q4), rumah besar (0,50% vs 0,72%), dan rumah kecil (0,61% vs 0,76% pada Q4). Di antara 18 kota yang termasuk dalam survei, 10 melaporkan pertumbuhan harga yang lebih lambat, dengan perlambatan paling tajam terlihat di Banjarmasin (0,52% vs 1,63%), sementara harga di Surabaya turun sebesar 0,27% setelah turun tipis 0,04% pada Q4.


Berita
Pertumbuhan Harga Rumah Indonesia Capai Rekor Terendah
Harga properti residensial di Indonesia naik sebesar 0,62% secara tahunan pada kuartal I 2026, melambat dari kenaikan 0,83% pada kurtal IV 2025 dan menandai pertumbuhan paling lambat sejak seri data dimulai pada 2003. Angka terbaru mencerminkan menurunnya daya beli dan meningkatnya PHK, yang berkontribusi pada moderasi keseluruhan harga properti. Pertumbuhan harga melambat di semua segmen perumahan: rumah ukuran sedang (0,88% vs 1,12% pada Q4), rumah besar (0,50% vs 0,72%), dan rumah kecil (0,61% vs 0,76% pada Q4). Di antara 18 kota yang termasuk dalam survei, 10 melaporkan pertumbuhan harga yang lebih lambat, dengan perlambatan paling tajam terlihat di Banjarmasin (0,52% vs 1,63%), sementara harga di Surabaya turun sebesar 0,27% setelah turun tipis 0,04% pada Q4.
2026-05-08
Pertumbuhan Harga Rumah Indonesia Tetap pada Rekor Terendah
Harga properti residensial di Indonesia naik sebesar 0,83% secara tahunan pada Q4 2025, stabil dari kenaikan 0,84% pada Q3 dan menandai pertumbuhan paling lambat sejak seri data dimulai pada 2003. Angka terbaru mencerminkan penurunan daya beli dan peningkatan PHK, yang berkontribusi pada moderasi keseluruhan harga properti. Pertumbuhan harga melambat untuk rumah berukuran sedang (1,12% vs 1,18% pada Q3), sementara harga untuk rumah besar tetap stabil (pada 0,72%), dan rumah kecil mengalami pertumbuhan yang sedikit lebih cepat (0,76% vs 0,71% pada Q3). Di antara 18 kota yang termasuk dalam survei, 12 melaporkan pertumbuhan harga yang lebih lambat, dengan perlambatan paling tajam terlihat di Palembang (0,52% vs 1,06%), sementara harga di Manado turun tipis sebesar 0,04% setelah naik 0,03% pada Q3.
2026-02-06
Pertumbuhan Harga Rumah Indonesia KW III Catat Rekor Terendah
Harga properti residensial di Indonesia naik sebesar 0,84% year-on-year pada kuartal III (KW III) 2025, sedikit melambat dari kenaikan 0,90% pada KW II dan menandai pertumbuhan paling lembut sejak seri data dimulai pada tahun 2003. Angka terbaru mencerminkan penurunan daya beli dan peningkatan pemutusan hubungan kerja, yang berkontribusi pada moderasi secara keseluruhan dalam harga properti. Pertumbuhan harga melambat untuk rumah kecil (0,71% vs 1,04% di KW II) dan rumah berukuran sedang (1,18% vs 1,25%), sementara harga properti besar tetap relatif stabil (0,72% vs 0,70%). Dari 18 kota yang termasuk dalam survei, 11 melaporkan pertumbuhan harga yang lebih lambat, dengan perlambatan terbesar terlihat di Pekanbaru (0,31% vs 2,69%), sementara harga di Surabaya turun 0,02% setelah naik 0,44% di KW II.
2025-11-07