Cadangan Devisa Indonesia Terkecil Sejak 2024

2026-06-08 03:09 Czyrill Jean Coloma Waktu baca 1 menit
Cadangan devisa Indonesia turun menjadi USD 144,9 miliar pada Mei 2026 dari USD 146,2 miliar pada bulan sebelumnya. Ini menandai level terendah sejak Juni 2024, terutama disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan langkah-langkah stabilisasi rupiah oleh Bank Indonesia di tengah ketidakpastian yang meningkat di pasar keuangan global dan permintaan domestik musiman terhadap mata uang asing. Meskipun demikian, posisi cadangan tetap kuat, setara dengan 5,6 bulan impor, atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, dengan nyaman melebihi tolok ukur kecukupan internasional sekitar tiga bulan. Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan ketahanan eksternal negara akan tetap kuat, didukung oleh cadangan devisa yang memadai dan arus masuk modal yang berkelanjutan, didorong oleh sentimen positif investor terhadap prospek ekonomi Indonesia dan daya tarik berkelanjutan aset keuangan domestik.


Berita
Cadangan Devisa Indonesia Terkecil Sejak 2024
Cadangan devisa Indonesia turun menjadi USD 144,9 miliar pada Mei 2026 dari USD 146,2 miliar pada bulan sebelumnya. Ini menandai level terendah sejak Juni 2024, terutama disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan langkah-langkah stabilisasi rupiah oleh Bank Indonesia di tengah ketidakpastian yang meningkat di pasar keuangan global dan permintaan domestik musiman terhadap mata uang asing. Meskipun demikian, posisi cadangan tetap kuat, setara dengan 5,6 bulan impor, atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, dengan nyaman melebihi tolok ukur kecukupan internasional sekitar tiga bulan. Ke depan, Bank Indonesia memperkirakan ketahanan eksternal negara akan tetap kuat, didukung oleh cadangan devisa yang memadai dan arus masuk modal yang berkelanjutan, didorong oleh sentimen positif investor terhadap prospek ekonomi Indonesia dan daya tarik berkelanjutan aset keuangan domestik.
2026-06-08
Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Hampir 2 Tahun
Cadangan devisa Indonesia turun menjadi USD 146,2 miliar pada April 2026, dari USD 148,2 miliar pada Maret, menandai level terendah sejak Juli 2024. Bank Indonesia mengaitkan penurunan ini dengan arus keluar terkait pajak dan jasa, pembayaran utang luar negeri pemerintah, dan penerbitan obligasi global. Bank sentral juga mencatat intervensi yang sedang berlangsung di pasar valuta asing untuk menstabilkan rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat. Meskipun terjadi penurunan, cadangan tetap cukup untuk menutupi 5,8 bulan impor, atau 5,6 bulan termasuk kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri, jauh di atas tolok ukur kecukupan internasional sekitar tiga bulan. Ke depan, Bank Indonesia mengharapkan ketahanan sektor eksternal tetap terjaga, didukung oleh cadangan yang memadai dan arus masuk modal asing yang berkelanjutan. Bank sentral juga menyebutkan kepercayaan investor yang berkelanjutan terhadap prospek ekonomi Indonesia dan imbal hasil investasi yang relatif menarik sebagai faktor pendukung utama.
2026-05-08
Cadangan Devisa Indonesia Terkecil Sejak 2024
Cadangan devisa Indonesia turun menjadi USD 148,2 miliar pada Maret 2026, dari USD 151,9 miliar pada bulan sebelumnya. Ini menandai level terendah sejak Juli 2024, terutama didorong oleh upaya Bank Indonesia untuk menstabilkan rupiah di tengah meningkatnya volatilitas pasar global. Meskipun terjadi penurunan ini, aset cadangan tetap kuat, mencakup 6,0 bulan impor atau 5,8 bulan ketika memperhitungkan baik impor maupun pembayaran utang luar negeri pemerintah. Level ini jauh di atas tolok ukur internasional sekitar tiga bulan impor, menyoroti posisi likuiditas eksternal Indonesia yang kuat. Ke depan, Bank Indonesia tetap yakin bahwa sektor eksternal negara akan tetap didukung dengan baik, didukung oleh posisi cadangan yang sehat dan arus masuk modal asing yang berkelanjutan. Optimisme ini semakin didorong oleh sentimen positif investor terhadap prospek ekonomi Indonesia dan imbal hasil menarik yang ditawarkan oleh iklim investasi negara tersebut.
2026-04-08