Cadangan Devisa Indonesia Terkecil Sejak 2024

2026-04-08 03:54 Czyrill Jean Coloma Waktu baca 1 menit
Cadangan devisa Indonesia turun menjadi USD 148,2 miliar pada Maret 2026, dari USD 151,9 miliar pada bulan sebelumnya. Ini menandai level terendah sejak Juli 2024, terutama didorong oleh upaya Bank Indonesia untuk menstabilkan rupiah di tengah meningkatnya volatilitas pasar global. Meskipun terjadi penurunan ini, aset cadangan tetap kuat, mencakup 6,0 bulan impor atau 5,8 bulan ketika memperhitungkan baik impor maupun pembayaran utang luar negeri pemerintah. Level ini jauh di atas tolok ukur internasional sekitar tiga bulan impor, menyoroti posisi likuiditas eksternal Indonesia yang kuat. Ke depan, Bank Indonesia tetap yakin bahwa sektor eksternal negara akan tetap didukung dengan baik, didukung oleh posisi cadangan yang sehat dan arus masuk modal asing yang berkelanjutan. Optimisme ini semakin didorong oleh sentimen positif investor terhadap prospek ekonomi Indonesia dan imbal hasil menarik yang ditawarkan oleh iklim investasi negara tersebut.


Berita
Cadangan Devisa Indonesia Terkecil Sejak 2024
Cadangan devisa Indonesia turun menjadi USD 148,2 miliar pada Maret 2026, dari USD 151,9 miliar pada bulan sebelumnya. Ini menandai level terendah sejak Juli 2024, terutama didorong oleh upaya Bank Indonesia untuk menstabilkan rupiah di tengah meningkatnya volatilitas pasar global. Meskipun terjadi penurunan ini, aset cadangan tetap kuat, mencakup 6,0 bulan impor atau 5,8 bulan ketika memperhitungkan baik impor maupun pembayaran utang luar negeri pemerintah. Level ini jauh di atas tolok ukur internasional sekitar tiga bulan impor, menyoroti posisi likuiditas eksternal Indonesia yang kuat. Ke depan, Bank Indonesia tetap yakin bahwa sektor eksternal negara akan tetap didukung dengan baik, didukung oleh posisi cadangan yang sehat dan arus masuk modal asing yang berkelanjutan. Optimisme ini semakin didorong oleh sentimen positif investor terhadap prospek ekonomi Indonesia dan imbal hasil menarik yang ditawarkan oleh iklim investasi negara tersebut.
2026-04-08
Cadangan Devisa Indonesia di Titik Terendah 3 Bulan
Cadangan devisa Indonesia turun menjadi USD 151,9 miliar pada Februari 2026, dari USD 154,6 miliar pada bulan sebelumnya. Ini menandai level terendah sejak November 2025, terutama dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan upaya Bank Indonesia untuk menstabilkan Rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang sedang berlangsung. Meski demikian, posisi cadangan Indonesia tetap kuat, mencakup 6,1 bulan impor atau 5,9 bulan jika termasuk pembayaran utang luar negeri, jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menekankan bahwa tingkat cadangan saat ini cukup untuk mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga stabilitas sistem makroekonomi dan keuangan. Ke depan, bank sentral mengharapkan posisi eksternal negara tetap stabil, didukung oleh cadangan yang memadai dan arus masuk modal asing yang berkelanjutan, mencerminkan sentimen positif investor terhadap prospek ekonomi Indonesia dan imbal hasil investasi yang menarik.
2026-03-06
Cadangan Devisa Indonesia Turun dari Tertinggi 9 Bulan
Cadangan devisa Indonesia menurun menjadi USD 154,6 miliar pada Januari 2026, turun dari level tertinggi sembilan bulan sebesar USD 156,5 miliar pada Desember. Penurunan ini terutama disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah yang diterapkan oleh Bank Indonesia sebagai respons terhadap meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global. Tingkat saat ini cukup untuk menutupi 6,3 bulan impor, atau 6,1 bulan jika memperhitungkan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh di atas tolok ukur kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. Ke depan, Bank Indonesia mengharapkan ketahanan sektor eksternal tetap kuat, didukung oleh arus masuk investasi asing yang berkelanjutan. Prospek ini mencerminkan persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi nasional dan imbal hasil investasi yang konsisten menarik.
2026-02-06