Cadangan Devisa Indonesia di Titik Terendah 3 Bulan

2026-03-06 03:56 Czyrill Jean Coloma Waktu baca 1 menit
Cadangan devisa Indonesia turun menjadi USD 151,9 miliar pada Februari 2026, dari USD 154,6 miliar pada bulan sebelumnya. Ini menandai level terendah sejak November 2025, terutama dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan upaya Bank Indonesia untuk menstabilkan Rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang sedang berlangsung. Meski demikian, posisi cadangan Indonesia tetap kuat, mencakup 6,1 bulan impor atau 5,9 bulan jika termasuk pembayaran utang luar negeri, jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menekankan bahwa tingkat cadangan saat ini cukup untuk mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga stabilitas sistem makroekonomi dan keuangan. Ke depan, bank sentral mengharapkan posisi eksternal negara tetap stabil, didukung oleh cadangan yang memadai dan arus masuk modal asing yang berkelanjutan, mencerminkan sentimen positif investor terhadap prospek ekonomi Indonesia dan imbal hasil investasi yang menarik.


Berita
Cadangan Devisa Indonesia di Titik Terendah 3 Bulan
Cadangan devisa Indonesia turun menjadi USD 151,9 miliar pada Februari 2026, dari USD 154,6 miliar pada bulan sebelumnya. Ini menandai level terendah sejak November 2025, terutama dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan upaya Bank Indonesia untuk menstabilkan Rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang sedang berlangsung. Meski demikian, posisi cadangan Indonesia tetap kuat, mencakup 6,1 bulan impor atau 5,9 bulan jika termasuk pembayaran utang luar negeri, jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Bank Indonesia menekankan bahwa tingkat cadangan saat ini cukup untuk mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga stabilitas sistem makroekonomi dan keuangan. Ke depan, bank sentral mengharapkan posisi eksternal negara tetap stabil, didukung oleh cadangan yang memadai dan arus masuk modal asing yang berkelanjutan, mencerminkan sentimen positif investor terhadap prospek ekonomi Indonesia dan imbal hasil investasi yang menarik.
2026-03-06
Cadangan Devisa Indonesia Turun dari Tertinggi 9 Bulan
Cadangan devisa Indonesia menurun menjadi USD 154,6 miliar pada Januari 2026, turun dari level tertinggi sembilan bulan sebesar USD 156,5 miliar pada Desember. Penurunan ini terutama disebabkan oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah yang diterapkan oleh Bank Indonesia sebagai respons terhadap meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global. Tingkat saat ini cukup untuk menutupi 6,3 bulan impor, atau 6,1 bulan jika memperhitungkan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh di atas tolok ukur kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. Ke depan, Bank Indonesia mengharapkan ketahanan sektor eksternal tetap kuat, didukung oleh arus masuk investasi asing yang berkelanjutan. Prospek ini mencerminkan persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi nasional dan imbal hasil investasi yang konsisten menarik.
2026-02-06
Cadangan Devisa Indonesia Naik ke Tertinggi 9 Bulan
Cadangan devisa Indonesia meningkat menjadi USD 156,5 miliar pada Desember 2025, naik dari USD 150,1 miliar pada bulan sebelumnya, menandai level tertinggi sejak Maret. Peningkatan ini terutama didorong oleh penerimaan pajak dan jasa, penerbitan sukuk global pemerintah, dan penarikan pinjaman luar negeri pemerintah. Tingkat saat ini cukup untuk menutupi 6,4 bulan impor, atau 6,3 bulan ketika memperhitungkan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh di atas tolok ukur kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. Ke depan, Bank Indonesia mengharapkan ketahanan sektor eksternal tetap kuat, didukung oleh prospek ekspor yang berkelanjutan dan arus masuk investasi asing yang terus berlanjut. Prospek ini mencerminkan persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi nasional dan imbal hasil investasi yang konsisten menarik.
2026-01-08