Rupiah Siap untuk Penurunan Bulanan Ketiga Berturut-turut

2026-04-30 05:20 Farida Husna Waktu baca 1 menit
Rupiah Indonesia melemah melewati Rp17.380 per dolar pada Kamis, turun selama tiga sesi berturut-turut mendekati rekor terendah. Kekuatan luas dolar AS membebani sentimen, setelah The Fed mempertahankan suku bunga tetap tetapi menawarkan sikap yang lebih hawkish di tengah tekanan biaya yang terus-menerus. Pada saat yang sama, terhentinya pembicaraan AS-Iran meningkatkan kekhawatiran atas pasokan minyak global, meningkatkan kekhawatiran inflasi. Secara lokal, data CPI April akan dirilis minggu depan, dengan fokus pada dampak kenaikan harga bahan bakar non-subsidi. Angka perdagangan Maret juga akan diawasi dengan cermat setelah lonjakan impor mempersempit surplus perdagangan Februari, menambah hambatan eksternal. Kekhawatiran semakin diperburuk oleh cadangan devisa yang menipis, meskipun Bank Indonesia melihat tingkat Maret sebesar USD 148 miliar tetap memadai untuk meredam guncangan luar negeri. Secara bulanan, rupiah diperkirakan melemah sekitar 2,2%, menandai kerugian bulanan ketiga di tengah tekanan fiskal yang meningkat, termasuk penurunan dana darurat dan penundaan pembayaran utang.


Berita
Rupiah Siap untuk Penurunan Bulanan Ketiga Berturut-turut
Rupiah Indonesia melemah melewati Rp17.380 per dolar pada Kamis, turun selama tiga sesi berturut-turut mendekati rekor terendah. Kekuatan luas dolar AS membebani sentimen, setelah The Fed mempertahankan suku bunga tetap tetapi menawarkan sikap yang lebih hawkish di tengah tekanan biaya yang terus-menerus. Pada saat yang sama, terhentinya pembicaraan AS-Iran meningkatkan kekhawatiran atas pasokan minyak global, meningkatkan kekhawatiran inflasi. Secara lokal, data CPI April akan dirilis minggu depan, dengan fokus pada dampak kenaikan harga bahan bakar non-subsidi. Angka perdagangan Maret juga akan diawasi dengan cermat setelah lonjakan impor mempersempit surplus perdagangan Februari, menambah hambatan eksternal. Kekhawatiran semakin diperburuk oleh cadangan devisa yang menipis, meskipun Bank Indonesia melihat tingkat Maret sebesar USD 148 miliar tetap memadai untuk meredam guncangan luar negeri. Secara bulanan, rupiah diperkirakan melemah sekitar 2,2%, menandai kerugian bulanan ketiga di tengah tekanan fiskal yang meningkat, termasuk penurunan dana darurat dan penundaan pembayaran utang.
2026-04-30
Rupiah Tertekan Akibat Ketegangan Utang, Risiko Data Mengancam
Rupiah Indonesia melemah melewati IDR 17.300 per dolar pada hari Rabu, memperpanjang kerugian untuk sesi kedua karena kekhawatiran fiskal semakin dalam. Media lokal mengatakan Jakarta mungkin menghadapi kendala pendanaan, dengan cadangan darurat cepat habis di tengah meningkatnya pembayaran utang. Kewaspadaan juga meningkat menjelang data domestik utama minggu ini, termasuk CPI April dan angka perdagangan Maret. Inflasi mereda menjadi 3,48% pada bulan Maret, meskipun risiko kenaikan muncul dari harga minyak global yang lebih tinggi. Surplus perdagangan Februari meleset dari perkiraan karena impor melonjak, menambah tekanan eksternal. Tekanan lebih langsung datang dari cadangan devisa yang jatuh, yang turun ke level terendah hampir dua tahun pada bulan Maret. Pedagang juga tampaknya mengabaikan sinyal dukungan Bank Indonesia setelah mempertahankan suku bunga tidak berubah untuk pertemuan ketujuh berturut-turut, menimbulkan pertanyaan tentang daya tarik kebijakan. Secara global, indeks dolar AS tetap stabil menjelang keputusan Fed hari ini, yang diharapkan menjadi pertemuan terakhir Jerome Powell sebagai ketua sebelum masa jabatannya berakhir pada bulan Mei.
2026-04-29
Rupiah Melemah Setelah Kenaikan Terbaru
Rupiah Indonesia melemah ke sekitar Rp 17.250 per dolar pada Selasa, mengembalikan sebagian kekuatannya selama dua hari terakhir. Penurunan kecil ini terjadi meskipun indeks dolar AS jatuh lebih jauh di tengah upaya diplomatik baru untuk meredakan ketegangan AS-Iran. Kewaspadaan juga meningkat menjelang rilis domestik utama akhir pekan ini, termasuk inflasi April dan perdagangan Maret. CPI Maret melambat menjadi 3,48%, tetapi risiko kenaikan tetap ada dari harga minyak global yang lebih tinggi, sementara surplus perdagangan Februari di bawah ekspektasi karena lonjakan impor, menimbulkan kekhawatiran atas keseimbangan eksternal. Pada saat yang sama, kekhawatiran fiskal muncul kembali dengan laporan dana pemerintah yang menyusut dan pembayaran utang yang meningkat, memicu kekhawatiran akan tekanan keuangan. Namun, kerugian dibatasi oleh komitmen kuat Bank Indonesia untuk menstabilkan mata uang. Bank sentral pekan lalu mempertahankan suku bunga tetap untuk pertemuan ketujuh berturut-turut, dan Gubernur Perry Warjiyo mencatat bahwa rupiah tetap undervalued relatif terhadap fundamental, menandakan ruang untuk pemulihan.
2026-04-28