Impor Indonesia Naik Lebih Rendah dari Perkiraan

2026-01-05 04:23 Chusnul Chotimah Waktu baca 1 menit
Impor Indonesia meningkat 0,46% secara tahunan menjadi USD 19,86 miliar pada November 2025, bangkit dari penurunan 1,15% pada Oktober, lebih kecil dari perkiraan pasar sebesar kenaikan 3,2%. Peningkatan ini terutama didorong oleh kenaikan 11,19% dalam impor minyak dan gas, mencerminkan pembelian minyak mentah yang lebih tinggi (76,93%). Sebaliknya, impor non-minyak dan gas menyusut 1,15% menjadi USD 17 miliar, membalikkan kenaikan 3,26% pada Oktober. Berdasarkan negara, impor meningkat dari Tiongkok (10,47%), Taiwan (2,52%), dan Uni Eropa (21,75%). Sebaliknya, pembelian dari Jepang anjlok 25,42%, sementara dari AS turun 5,94% dan dari Korea Selatan merosot 27,34%. Berdasarkan komoditas, impor meningkat untuk mesin dan peralatan listrik, serta bagiannya (29,60%). Selama Januari–November 2025, total impor naik 2,03% secara tahunan menjadi USD 218,02 miliar.


Berita
Impor Indonesia Naik Tertinggi dalam 8 Bulan
Impor Indonesia secara tak terduga meningkat 10,81% year-on-year ke rekor tertinggi USD 23,83 miliar pada Desember 2025, meningkat tajam dari kenaikan 0,46% pada November dan melampaui perkiraan pasar yang memprediksi penurunan 0,7%, di tengah upaya pemerintah untuk meningkatkan permintaan domestik. Ini menandai peningkatan impor tercepat sejak April lalu. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan 1,71% dalam impor minyak dan gas, mencerminkan pembelian produk minyak yang lebih tinggi (4,05%), sementara impor non-minyak dan gas naik 12,46% menjadi USD 20,48 miliar, pulih dari penurunan 1,15% pada November. Berdasarkan negara, impor meningkat dari Tiongkok (25,69%), AS (28,07%), ASEAN (10,60%), dan Uni Eropa (3,30%). Sebaliknya, pembelian dari Jepang anjlok 15,15%. Berdasarkan komoditas, impor terutama meningkat untuk mesin dan peralatan listrik, serta bagiannya (43,24%), serta mesin dan peralatan mekanik dan bagiannya (23,09%). Untuk keseluruhan tahun 2025, total impor tumbuh 2,83% year-on-year menjadi USD 241,86 miliar.
2026-02-02
Impor Indonesia Naik Lebih Rendah dari Perkiraan
Impor Indonesia meningkat 0,46% secara tahunan menjadi USD 19,86 miliar pada November 2025, bangkit dari penurunan 1,15% pada Oktober, lebih kecil dari perkiraan pasar sebesar kenaikan 3,2%. Peningkatan ini terutama didorong oleh kenaikan 11,19% dalam impor minyak dan gas, mencerminkan pembelian minyak mentah yang lebih tinggi (76,93%). Sebaliknya, impor non-minyak dan gas menyusut 1,15% menjadi USD 17 miliar, membalikkan kenaikan 3,26% pada Oktober. Berdasarkan negara, impor meningkat dari Tiongkok (10,47%), Taiwan (2,52%), dan Uni Eropa (21,75%). Sebaliknya, pembelian dari Jepang anjlok 25,42%, sementara dari AS turun 5,94% dan dari Korea Selatan merosot 27,34%. Berdasarkan komoditas, impor meningkat untuk mesin dan peralatan listrik, serta bagiannya (29,60%). Selama Januari–November 2025, total impor naik 2,03% secara tahunan menjadi USD 218,02 miliar.
2026-01-05
Impor Indonesia Turun 1,15% YoY pada Oktober
Impor Indonesia turun 1,15% secara tahunan menjadi USD 21,84 miliar pada Oktober 2025, membalikkan kenaikan 7,17% pada September di tengah melemahnya daya beli. Penurunan ini terutama didorong oleh anjloknya impor minyak dan gas sebesar 23,32%, mencerminkan penurunan pembelian minyak mentah (-32,79%) dan penurunan 18,63% dalam impor produk minyak. Sebaliknya, impor non-migas naik 3,26% menjadi USD 19,03 miliar, meskipun ini lebih lambat dibandingkan kenaikan 7,62% pada September. Berdasarkan negara, impor menurun dari Jepang (-23,13%), Korea Selatan (-23,92%), India (-3,85%), negara-negara ASEAN (-15,63%), dan Uni Eropa (-0,19%). Sebaliknya, pembelian dari Tiongkok naik 23,04%, sementara dari AS meningkat 1,50%. Berdasarkan komoditas, impor turun untuk kendaraan dan suku cadang (-17,70%), besi dan baja (-14,68%), serta plastik dan produk plastik (-5,54%). Selama Januari–Oktober 2025, total impor naik 2,19% secara tahunan menjadi USD 198,16 miliar.
2025-12-01