Pelemahan Rupiah Berlanjut saat Risiko Inflasi Mengancam

2026-06-24 03:58 Farida Husna Waktu baca 1 menit
Rupiah Indonesia turun ke sekitar Rp 17.950 per dolar AS pada hari Rabu, menandai sesi kerugian keempat berturut-turut karena indeks dolar melayang mendekati level tertinggi 14 bulan dengan ekspektasi pengetatan lebih lanjut oleh Fed. Aversion risiko juga semakin dalam setelah penjualan besar-besaran saham teknologi, meningkatkan permintaan untuk aset aman. Secara lokal, kehati-hatian meningkat menjelang rilis inflasi bulan Juni minggu depan, dengan kekhawatiran bahwa biaya makanan dapat menjaga tekanan harga tetap tinggi. Inflasi tahunan meningkat menjadi 3,08% pada bulan Mei dari 2,42% pada bulan April, didorong oleh kenaikan harga pokok dan biaya logistik. Pada saat yang sama, surplus perdagangan Indonesia menyusut ke level terkecil sejak 2020 pada bulan April, mengurangi dukungan dari arus ekspor. Sentimen semakin terpukul oleh laporan bahwa produsen mobil besar Jepang mungkin akan memindahkan produksi ke Vietnam, meningkatkan kekhawatiran tentang investasi, pekerjaan, dan prospek pabrik. Namun, harapan pengetatan kebijakan berkelanjutan oleh Bank Indonesia, yang telah menaikkan suku bunga sebesar 100bps sejak Mei, membantu meredam penurunan rupiah.


Berita
Pelemahan Rupiah Berlanjut saat Risiko Inflasi Mengancam
Rupiah Indonesia turun ke sekitar Rp 17.950 per dolar AS pada hari Rabu, menandai sesi kerugian keempat berturut-turut karena indeks dolar melayang mendekati level tertinggi 14 bulan dengan ekspektasi pengetatan lebih lanjut oleh Fed. Aversion risiko juga semakin dalam setelah penjualan besar-besaran saham teknologi, meningkatkan permintaan untuk aset aman. Secara lokal, kehati-hatian meningkat menjelang rilis inflasi bulan Juni minggu depan, dengan kekhawatiran bahwa biaya makanan dapat menjaga tekanan harga tetap tinggi. Inflasi tahunan meningkat menjadi 3,08% pada bulan Mei dari 2,42% pada bulan April, didorong oleh kenaikan harga pokok dan biaya logistik. Pada saat yang sama, surplus perdagangan Indonesia menyusut ke level terkecil sejak 2020 pada bulan April, mengurangi dukungan dari arus ekspor. Sentimen semakin terpukul oleh laporan bahwa produsen mobil besar Jepang mungkin akan memindahkan produksi ke Vietnam, meningkatkan kekhawatiran tentang investasi, pekerjaan, dan prospek pabrik. Namun, harapan pengetatan kebijakan berkelanjutan oleh Bank Indonesia, yang telah menaikkan suku bunga sebesar 100bps sejak Mei, membantu meredam penurunan rupiah.
2026-06-24
Rupiah Melemah karena Dolar Tetap Menguat
Rupiah Indonesia melemah menuju Rp 17.870 per dolar AS pada hari Selasa, memperpanjang pelemahan untuk sesi ketiga berturut-turut karena indeks dolar bertahan mendekati puncak 13 bulan di tengah ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga akhir tahun ini. Di dalam negeri, investor tetap berhati-hati menjelang tinjauan MSCI akhir pekan ini tentang apakah akan menurunkan status Indonesia menjadi pasar perbatasan, langkah yang dapat memicu arus keluar modal yang signifikan. Kekhawatiran atas meningkatnya biaya untuk mempertahankan rupiah juga muncul kembali setelah cadangan devisa negara tersebut menurun lebih lanjut pada bulan Mei. Sementara itu, laporan media lokal bahwa produsen mobil besar Jepang mungkin akan memindahkan beberapa operasi manufaktur dari Indonesia ke Vietnam menambah kekhawatiran atas investasi asing, lapangan kerja, dan prospek manufaktur negara tersebut. Namun, kerugian rupiah dibatasi oleh kenaikan suku bunga total 100bps oleh Bank Indonesia sejak Mei, bersama dengan aturan valuta asing yang lebih ketat yang mulai berlaku pada 1 Juli untuk membantu meredakan arus keluar modal.
2026-06-23
Rupiah Melemah Jelang Tinjauan MSCI
Rupiah Indonesia melayang di sekitar Rp 17.830 per dolar AS pada Senin setelah sempat menguat di bawah Rp 17.700 pada sesi sebelumnya, karena indeks dolar bertahan mendekati level tertinggi 13 bulan setelah The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah minggu lalu tetapi tetap mempertahankan sikap kebijakan yang hawkish. Secara lokal, pedagang tetap berhati-hati menjelang tinjauan MSCI akhir pekan ini tentang apakah akan menurunkan status Indonesia menjadi pasar perbatasan. Minggu lalu, penyedia indeks menurunkan peringkat aksesibilitas Aliran Informasi Indonesia, dengan alasan kekhawatiran tentang transparansi, visibilitas free-float, dan penemuan harga. Namun, kerugian pada rupiah dibatasi oleh langkah-langkah pengetatan Bank Indonesia, termasuk total kenaikan suku bunga 100bps sejak Mei dan aturan valuta asing yang lebih ketat, efektif 1 Juli, untuk mengekang arus keluar modal. Di bidang fiskal, penerimaan pajak tumbuh kuat pada bulan Mei di tengah upaya pemerintah untuk meningkatkan disiplin fiskal, termasuk mengurangi pendanaan untuk Program Makan Gratis dan menangguhkannya selama liburan.
2026-06-22