Rupiah Terus Menguat ke Level Tertinggi Tiga Pekan

2026-06-15 04:06 Farida Husna Waktu baca 1 menit
Rupiah Indonesia menguat di bawah Rp 17.700 per dolar AS pada hari Senin, menandai level terkuatnya dalam tiga pekan, karena pelemahan dolar secara luas mendukung mata uang pasar berkembang. Indeks dolar turun ke level terendah dalam lebih dari seminggu setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan damai di Timur Tengah, mengurangi permintaan aset safe-haven. Di dalam negeri, investor bersiap menjelang pertemuan kebijakan Bank Indonesia akhir pekan ini, dengan spekulasi bahwa dewan mungkin mempertahankan bias pengetatannya setelah total kenaikan 75 bps sejak Mei. Dukungan juga datang dari berbagai upaya stabilisasi, termasuk seruan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco agar warga menjual dolar, sementara pejabat menekankan bahwa sentralisasi hasil ekspor melalui lembaga milik negara tidak akan mempengaruhi harga atau kontrak komoditas. Namun, kenaikan dibatasi oleh fundamental yang rapuh: penurunan cadangan devisa pada Mei, kepercayaan konsumen yang lebih lemah, penurunan penjualan ritel pada April, biaya bahan bakar non-subsidi yang lebih tinggi, dan kekhawatiran pasar tenaga kerja yang terus-menerus.


Berita
Rupiah Stabil saat Pasar Menunggu Keputusan Suku Bunga BI, Fed
Rupiah Indonesia bergerak mendekati IDR 17.750 per dolar AS pada hari Rabu, hampir tidak berubah dari sesi sebelumnya karena para pedagang menunggu keputusan suku bunga bank sentral pada hari Kamis. Bank Indonesia memulai pertemuan kebijakan dua harinya hari ini dan secara luas diperkirakan akan menaikkan biaya pinjaman lebih lanjut setelah kenaikan kumulatif 75bps sejak Mei. Sementara kebijakan moneter yang lebih ketat seharusnya membantu menambatkan ekspektasi inflasi dan mendukung rupiah, biaya pinjaman yang tinggi dapat secara bertahap membebani permintaan domestik. Di bidang fiskal, media lokal melaporkan bahwa pemerintah telah memotong anggaran untuk Program Makan Gratis andalannya sebesar perkiraan IDR 67 triliun karena Presiden Prabowo mencari efisiensi pengeluaran yang lebih luas. Jakarta juga menegaskan kembali bahwa harga bahan bakar bersubsidi dan LPG akan tetap tidak berubah. Secara global, indeks dolar AS datar karena pasar menunggu keputusan kebijakan The Fed, di mana suku bunga secara luas diperkirakan akan tetap tidak berubah pada pertemuan pertama yang dipimpin oleh Kevin Warsh.
2026-06-17
Rupiah Melemah dari Tertinggi Tiga Pekan
Rupiah Indonesia melemah ke sekitar Ro 17.700 per dolar AS dalam perdagangan tipis liburan pada Selasa, membalikkan kenaikan dari dua sesi sebelumnya dan turun dari tertiggi tiga pekan. Sentimen melemah karena pedagang khawatir tentang meningkatnya biaya mempertahankan mata uang setelah cadangan devisa turun pada bulan Mei ke level terendah dalam hampir dua tahun, menunjukkan intervensi bank sentral yang berkelanjutan. Fundamental domestik juga lemah, dengan suasana konsumen Mei jatuh ke level terendah sejak September 2025 dan penjualan ritel April turun untuk pertama kalinya dalam setahun. Risiko eksternal menambah tekanan saat Washington bersiap untuk menerapkan tarif 18% pada barang Indonesia mulai 24 Juli, mengancam ekspor dan arus modal. Namun, kerugian dibatasi oleh optimisme bahwa Bank Indonesia mungkin tetap hawkish setelah total kenaikan 75bps sejak Mei, dengan pertemuan kebijakan dua hari dimulai Rabu. Secara global, dolar AS stabil menjelang keputusan kebijakan pertama The Fed di bawah Ketua baru Kevin Warsh.
2026-06-16
Rupiah Terus Menguat ke Level Tertinggi Tiga Pekan
Rupiah Indonesia menguat di bawah Rp 17.700 per dolar AS pada hari Senin, menandai level terkuatnya dalam tiga pekan, karena pelemahan dolar secara luas mendukung mata uang pasar berkembang. Indeks dolar turun ke level terendah dalam lebih dari seminggu setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan damai di Timur Tengah, mengurangi permintaan aset safe-haven. Di dalam negeri, investor bersiap menjelang pertemuan kebijakan Bank Indonesia akhir pekan ini, dengan spekulasi bahwa dewan mungkin mempertahankan bias pengetatannya setelah total kenaikan 75 bps sejak Mei. Dukungan juga datang dari berbagai upaya stabilisasi, termasuk seruan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco agar warga menjual dolar, sementara pejabat menekankan bahwa sentralisasi hasil ekspor melalui lembaga milik negara tidak akan mempengaruhi harga atau kontrak komoditas. Namun, kenaikan dibatasi oleh fundamental yang rapuh: penurunan cadangan devisa pada Mei, kepercayaan konsumen yang lebih lemah, penurunan penjualan ritel pada April, biaya bahan bakar non-subsidi yang lebih tinggi, dan kekhawatiran pasar tenaga kerja yang terus-menerus.
2026-06-15