Kunjungan Wisatawan ke Indonesia Naik 14.01% YoY

2025-07-01 06:19 Czyrill Jean Coloma Waktu baca 1 menit
Kedatangan wisatawan manca negara ke Indonesia secara tahunan tumbuh sebesar 14,01% menjadi 13,06 juta pada Mei 2025, setelah meningkat 9,15% pada bulan sebelumnya. Kunjungan wisatawan manca negara dari Timur Tengah meningkat 35,39%, terutama Uni Emirat Arab (53,17%), Yaman (38,05%), dan Arab Saudi (35,68%). Selain itu, kedatangan dari Asia (di luar ASEAN) menyumbang sebesar 20,75%, dengan kontribusi signifikan dari Hong Kong (317,66%), Timor Leste (36,85%), dan Republik Korea (20,45%). Selain itu, negara-negara ASEAN menyumbang sebesar 17,79% dari total kedatangan, dengan peningkatan yang signifikan dari Brunei (88,59%), Filipina (19,54%), dan Malaysia (19,21%). Dalam lima bulan pertama tahun ini, total kedatangan mencapai 5,63 juta, naik 7,44% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Secara bulanan, kedatangan wisatawan asing naik sebesar 12,15% pada Mei 2025. Sementara itu, jumlah perjalanan wisata domestik pada Mei 2025 mencapai 97,67 juta, meningkat 17,81% dibandingkan dengan Mei 2024.


Berita
Kedatangan Wisatawan ke Indonesia Naik 13,37% pada Februari
Kedatangan wisatawan asing ke Indonesia meningkat sebesar 13,37% secara tahunan menjadi 1,16 juta pada Februari 2026, setelah kenaikan 1,11% pada bulan sebelumnya, menegaskan momentum penguatan dalam pariwisata masuk. Sebagian besar pengunjung berasal dari Malaysia (17,18%), China (13,01%), dan Singapura (9,43%). Perjalanan udara tetap menjadi moda masuk utama, menyumbang 78,10% dari semua kedatangan. Bandara Ngurah Rai di Bali dan Bandara Soekarno-Hatta di Banten bersama-sama menerima 691,22 ribu penumpang, mewakili 88,32% dari semua kedatangan udara. Kedatangan melalui transportasi laut mencapai 184,60 ribu, naik 28,80% secara tahunan, terutama di Pelabuhan Batam dan Tanjung Uban di Kepulauan Riau. Masuk melalui darat berjumlah 34,84 ribu, meningkat 19,02%, dengan sebagian besar penyeberangan terjadi di Atambua di Nusa Tenggara Timur dan Jayapura di Papua. Secara bulanan, kedatangan internasional menurun sebesar 2,42%. Untuk periode Januari–Februari, Indonesia mencatat 2,35 juta pengunjung asing, mewakili kenaikan 7,77% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
2026-04-01
Kedatangan Wisatawan ke Indonesia Naik 1,1% pada Januari
Kedatangan wisatawan asing ke Indonesia naik 1,11% year-on-year menjadi 1,01 juta pada Januari 2026, setelah peningkatan 14,43% pada bulan sebelumnya, menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan dalam aktivitas pariwisata masuk. Transportasi udara mendominasi moda masuk, menyumbang 78,92% dari kedatangan, dengan Bandara Ngurah Rai di Bali dan Bandara Soekarno-Hatta di Banten menerima 712,95 ribu pengunjung, atau 89,06% dari pelancong udara. Kedatangan melalui laut mencapai 173,36 ribu, naik 2,99% y-o-y tetapi turun 37,16% month-to-month, terkonsentrasi di Pelabuhan Batam dan Tanjung Uban (82,41%). Kedatangan darat mencapai 40,51 ribu, naik 21,69% y-o-y tetapi turun 30,69% m-o-m, terutama melalui Atambua dan Jayapura (83,81%). Dibandingkan dengan Desember 2025, kedatangan internasional di gerbang masuk utama turun 17,06%, mencerminkan fluktuasi musiman.
2026-03-02
Kedatangan Wisatawan Indonesia Meningkat 14,4% YoY
Kedatangan wisatawan asing ke Indonesia naik 14,43% secara tahunan menjadi 1,41 juta pada Desember 2025, meningkat dari kenaikan 9,79% pada bulan sebelumnya dan menunjukkan momentum yang menguat dalam pariwisata masuk menjelang akhir tahun. Kenaikan terjadi secara luas di pasar sumber utama, dipimpin oleh China (23,79%), Singapura (18,33%), Malaysia (13,99%), Jepang (10,70%), Taiwan (10,03%), Amerika Serikat (11,20%), India (8,54%), Inggris (1,32%), dan Australia (4,45%). Sebaliknya, kedatangan dari Korea Selatan menurun 8,18%. Sepanjang tahun, total kedatangan wisatawan asing naik 10,80% menjadi 15,39 juta, tingkat tertinggi dalam enam tahun dan berada dalam kisaran target pemerintah yaitu 14–16 juta pengunjung. Pemerintah bertujuan menarik antara 16,0 juta hingga 17,6 juta wisatawan asing pada 2026, menegaskan keyakinan pada pemulihan berkelanjutan dalam permintaan perjalanan internasional.
2026-02-02