Penjualan ritel di Indonesia meningkat sebesar 1,8% secara tahunan pada Desember 2024, meningkat dari posisi terendah sebelas bulan di November sebesar 0,9% dan menandai laju tercepat sejak September.
Pembacaan terbaru ini juga menandai bulan kedelapan berturut-turut ekspansi dalam perdagangan ritel, didorong oleh lonjakan penjualan suku cadang dan aksesori otomotif (13,0% vs 7,2% di November).
Pada saat yang sama, omset meningkat lebih lanjut untuk makanan (2,3% vs 2,5%) dan pakaian (0,6% vs 0,6%).
Sementara itu, penurunan penjualan kurang terasa untuk informasi dan komunikasi (-5,9% vs -23,1%), barang budaya dan rekreasi (-0,9% vs -2,4%), dan peralatan rumah tangga (-6,8% vs -7,2%).
Sebaliknya, penjualan bahan bakar tumbuh dengan laju yang jauh lebih lambat (3,9% vs 8,8%).
Penjualan ritel diperkirakan akan naik sebesar 0,4% pada Januari.
Secara bulanan, penjualan ritel tumbuh sebesar 5,9% pada Desember, tertinggi dalam sembilan bulan, pulih dari penurunan 0,4% di November.