Penjualan ritel di Indonesia tumbuh sebesar 0,9% secara tahunan pada November 2024, melambat dari kenaikan 1,5% pada bulan sebelumnya dan mencatatkan peningkatan terlemah sejak Januari.
Namun, ini menandai bulan ketujuh berturut-turut ekspansi dalam perdagangan ritel.
Terdapat perlambatan yang signifikan dalam penjualan makanan (2,5% vs 3,3% pada Oktober), bahan bakar (8,8% vs 9,3%), pakaian (0,6% vs 1,7%), dan suku cadang & aksesoris otomotif (7,2% vs 8,8%).
Selain itu, omzet tetap lemah untuk informasi & komunikasi (-23,1% vs -25,1%), barang budaya & rekreasi (-2,4% vs -0,8%), dan peralatan rumah tangga (-7,2% vs -6,5%).
Penjualan ritel diperkirakan akan meningkat sebesar 1,0% pada bulan Desember.
Secara bulanan, penjualan ritel turun sebesar 0,4% pada November, setelah pembacaan datar pada bulan Oktober.