Ekonomi Indonesia tumbuh 1,5% qoq pada Q3 2024, dibandingkan dengan perkiraan pasar sebesar 1,6%, dan setelah pertumbuhan PDB kuartalan tertinggi dalam setahun sebesar 3,79% pada Q2.
Perlambatan yang signifikan disebabkan oleh penurunan konsumsi pribadi (-0,48% vs 3,12% pada Q2) dan pengeluaran pemerintah (-0,67% vs 19,57%).
Di sektor perdagangan, ekspor (8,1% vs 0,85%) dan impor (8,99% vs 2,56%) tumbuh, memberikan kontribusi positif pada PDB.
Sementara itu, investasi tetap pulih dengan kuat (8,44% vs -0,66%).