Rupiah Tetap Lemah, Namun Catat Kenaikan Mingguan

2026-02-13 06:44 Farida Husna Waktu baca 1 menit
Rupiah Indonesia melemah menuju IDR 16.850 per dolar pada hari Jumat, memperpanjang kelemahan sebelumnya karena pelaku pasar tetap berhati-hati menjelang pertemuan kebijakan Bank Indonesia minggu depan. Ekspektasi pelonggaran lebih lanjut tetap ada setelah seorang pejabat senior menegaskan kembali ruang untuk melanjutkan pemotongan suku bunga, setelah pengurangan 150bp sejak September 2024. Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi menekankan kebijakan fiskal tetap fokus pada mempertahankan pertumbuhan daripada pergerakan mata uang jangka pendek, mencatat stabilitas nilai tukar adalah tanggung jawab bank sentral. Meski begitu, rupiah mencatat sedikit kenaikan mingguan, didukung oleh Gerakan Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan Bank Indonesia yang bertujuan memperkuat pasokan pangan dan meredakan tekanan harga. Pasar kini menunggu data neraca berjalan Indonesia kuartal keempat yang akan dirilis minggu depan, setelah surplus pertama dalam hampir dua tahun pada kuartal ketiga. Secara global, indeks dolar bertahan stabil untuk sesi keempat, dengan investor mengamati rilis CPI AS Januari nanti untuk petunjuk kebijakan.


Berita
Rupiah Diperkirakan Akhiri Pekan Stabil
Rupiah Indonesia menguat ke sekitar IDR 17.700 per dolar AS pada hari Jumat, membalikkan kerugian dari dua sesi sebelumnya setelah protes tertib di Jakarta pada hari Kamis berlalu tanpa gangguan keamanan besar. Sentimen juga terangkat oleh Pelaksana Tugas Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, yang mengatakan kepada parlemen bahwa koordinasi kebijakan yang lebih erat tidak akan mengorbankan independensi bank sentral. Dia menambahkan bahwa kebijakan moneter akan tetap fokus pada menjaga stabilitas sambil mendukung pertumbuhan. Untuk minggu ini, rupiah berada di jalur untuk stabilisasi setelah kerugian dalam beberapa minggu terakhir, karena investor menantikan data domestik utama, termasuk inflasi Agustus dan angka perdagangan Juli. Fokus juga akan tetap pada penunjukan gubernur Bank Indonesia berikutnya, dengan parlemen diharapkan memutuskan setelah Destry, satu-satunya calon untuk jabatan tersebut, menjalani uji kelayakan dan kepatutan. Secara global, indeks dolar tetap stabil menjelang pidato Ketua Fed Kevin Warsh pada pertemuan tahunan Jackson Hole nanti hari ini.
2026-08-28
Rupiah Tertekan oleh Dolar yang Lebih Kuat, Kehati-hatian Domestik
Rupiah Indonesia memperpanjang penurunannya pada hari Kamis, mendekati IDR 17.750 per dolar AS, karena indeks dolar tetap kuat didukung oleh data ekonomi AS yang lebih kuat, mengurangi harapan pelonggaran Federal Reserve dalam waktu dekat. Sementara itu, sentimen domestik tetap rapuh di tengah protes besar yang sedang berlangsung di Jakarta hari ini, dengan investor waspada terhadap potensi kerusuhan yang mengingatkan pada gejolak tahun lalu. Kehati-hatian juga berlanjut menjelang data inflasi Agustus minggu depan, dengan risiko cuaca terkait El Niño meningkatkan kekhawatiran tentang kenaikan harga pangan, bersamaan dengan angka perdagangan Juli setelah cetakan Juni menyoroti tekanan yang berasal dari pasar energi global. Meski begitu, pernyataan dari Destry Damayanti, satu-satunya calon gubernur Bank Indonesia, memberikan sedikit ketenangan. Dia mengatakan kepada parlemen bahwa koordinasi kebijakan yang lebih erat tidak akan mengikis independensi bank sentral dan menekankan bahwa sikapnya akan tetap berpusat pada stabilitas sambil mendukung pertumbuhan, memperkuat kepercayaan pada kesinambungan kebijakan.
2026-08-27
Rupiah Melemah karena Risiko Politik dan Inflasi Meningkat
Rupiah Indonesia diperdagangkan sekitar Rp 17.720 per dolar AS pada hari Rabu, setelah sempat menguat ke sekitar Rp 17.650 pada sesi sebelumnya. Mata uang ini berada di bawah tekanan di tengah meningkatnya kehati-hatian atas rencana protes besar-besaran di Jakarta pada hari Kamis, dengan para demonstran menyerukan parlemen untuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset, yang akan memperkuat upaya untuk menyita aset yang terkait dengan korupsi. Para pedagang juga tetap berhati-hati menjelang data inflasi Agustus minggu depan, karena risiko terkait El Niño meningkatkan kekhawatiran tentang kenaikan harga pangan. Angka perdagangan Juli juga akan dirilis, dengan rupiah menghadapi tekanan eksternal yang terus-menerus dan ketidakpastian atas pasar energi global. Namun, kelemahan tersebut diredam oleh harapan akan kesinambungan kebijakan di bawah penjabat kepala bank sentral Destry Damayanti, dengan Bank Indonesia diharapkan memprioritaskan stabilitas mata uang. Secara global, dolar stabil menjelang laporan inflasi PCE AS dan pidato Ketua Fed Kevin Warsh di Jackson Hole pada hari Jumat.
2026-08-26