Kalender
Berita
Pasar
Komoditas
Indeks
Saham
Mata Uang
Kripto
Obligasi
Indikator
Negara-negara
Prakiraan
Komoditas
Indeks
Mata Uang
Kripto
Obligasi
Negara-negara
Indikator
Kalender
Berita
Pasar
Komoditas
Indeks
Saham
Mata Uang
Kripto
Obligasi
Pendapatan
Liburan
Negara-negara
Amerika Serikat
Inggris Raya
Kawasan Euro
Australia
Kanada
Jepang
Tiongkok
Brazil
Rusia
India
Selanjutnya Negara-negara
Indikator
Suku Bunga
Tingkat Inflasi
Tingkat Pengangguran
Pertumbuhan PDB (q-to-q)
Pdb Per Kapita
Transaksi Berjalan
Cadangan Emas
Utang Pemerintah
Produksi Minyak Mentah
Harga Bensin
Peringkat Kredit
Selanjutnya Indikator
Prakiraan
Komoditas
Indeks
Mata Uang
Kripto
Obligasi
Negara-negara
Indikator
Apps
App Store
Google Play
Twitter
Singapura Tahan Kebijakan Moneter di Tengah Perlambatan Pertumbuhan dan Risiko Tarif
2025-07-30 00:18
Farida Husna
Waktu baca 1 menit
Otoritas Moneter Singapura (MAS) mempertahankan kebijakan moneternya pada Rabu menyusul pelonggaran pada dua pertemuan sebelumnya. Level nominal efektif Singapur dolar tetap dipertahankan dengan tidak ada perubahan pada rentang pergerakannya seiring tumbuhnya risiko yang berasal dari pemerlakuan tarif oleh Amerika Serikat. Bank sentral menyatakan berada dalam posisi yang pas untuk merespon segala risiko terkait stabilitas Harga dalam jangka menengah. Terkait aktivitas ekonomi, PDB Singapura kemungkinan mengalami perlambatan pada paruh kedua 2025 menyusul kinerja yang solid pada periode sebelumnya. Sejumlah sector yang terkait perdagangan kemungkinan bakal engalami perlambatan kendati kegiatan konstruksi dan sebagian jasa keuangan mendapat dukungan dari kenaikan investasi di sector infrastruktur serta kondisi keuangan yang lebih kondusif. Meski demikian, prospek pertumbuhan tetap tidak jelas, utamanya menjelang 2026. Adapun tingkat inflasi diharapkan tetap terkendali dalam jangka pendek. Inflasi inti MAS diperkirakan sedikit naik di akhir tahun ini. Sementara itu inflasi inti dan tahunan diperkirakan berada i level 0.5 hingga 1.5%.
Rata-rata Tingkat Suku Bunga Semalam Singapura (SORA)
Singapura
Suku Bunga
Berita
Singapura Pertahankan Kebijakan Tak Berubah, Naikkan Proyeksi Inflasi
Otoritas Moneter Singapura (MAS) mempertahankan kebijakan moneter stabil untuk tinjauan ketiga berturut-turut pada 29 Januari 2026, dengan mempertahankan kemiringan, lebar, dan pusat dari kebijakan nilai tukar efektif nominal dolar Singapura (S$NEER). Namun, bank sentral meningkatkan proyeksi inflasi 2026, memperkirakan inflasi inti dan headline masing-masing sebesar 1%–2%, naik dari rentang proyeksi sebelumnya sebesar 0,5%–1,5%. Dewan kebijakan menilai bahwa risiko terhadap pertumbuhan dan inflasi cenderung meningkat, mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dari yang diperkirakan dapat memicu kenaikan upah yang lebih cepat dan meningkatkan sentimen konsumen, sehingga menambah tekanan inflasi. Selain itu, perkembangan geopolitik yang sedang berlangsung dapat mendorong biaya impor naik. MAS juga menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi kemungkinan akan tetap tangguh pada 2026, sementara tekanan harga yang mendasari secara bertahap kembali mendekati tren jangka panjang mereka.
2026-01-29
Singapura Tetapkan Kebijakan Stabil di Tengah Pertumbuhan yang Tangguh
Otoritas Moneter Singapura (MAS) meninggalkan kebijakan moneter tidak berubah pada hari Selasa, mempertahankan tingkat apresiasi dari kisaran nilai tukar efektif nominal dolar Singapura (S$NEER), tanpa perubahan pada lebar atau pusatnya. Setelah meringankan kebijakan dua kali tahun ini, bank sentral mengatakan tetap siap untuk merespons risiko terhadap stabilitas harga jangka menengah dan secara cermat memantau ketidakpastian global. Estimasi awal menunjukkan PDB Q3 negara tersebut naik 1,3% qoq, sedikit di bawah 1,5% Q2 namun di atas ekspektasi, didukung oleh manufaktur dan permintaan domestik meskipun ada hambatan tarif AS. Pertumbuhan tahun ke tahun melambat menjadi 2,9% dari 4,5%. MAS memperkirakan pertumbuhan akan melambat saat sektor-sektor terkait perdagangan normalisasi, meskipun investasi AI, belanja infrastruktur, dan kondisi keuangan seharusnya mendukung aktivitas. PDB diproyeksikan kembali mendekati tren pada 2026, dengan inflasi inti rata-rata 0,5% pada 2025 dan naik menjadi 0,5–1,5% pada 2026.
2025-10-14
Singapura Tahan Kebijakan Moneter di Tengah Perlambatan Pertumbuhan dan Risiko Tarif
Otoritas Moneter Singapura (MAS) mempertahankan kebijakan moneternya pada Rabu menyusul pelonggaran pada dua pertemuan sebelumnya. Level nominal efektif Singapur dolar tetap dipertahankan dengan tidak ada perubahan pada rentang pergerakannya seiring tumbuhnya risiko yang berasal dari pemerlakuan tarif oleh Amerika Serikat. Bank sentral menyatakan berada dalam posisi yang pas untuk merespon segala risiko terkait stabilitas Harga dalam jangka menengah. Terkait aktivitas ekonomi, PDB Singapura kemungkinan mengalami perlambatan pada paruh kedua 2025 menyusul kinerja yang solid pada periode sebelumnya. Sejumlah sector yang terkait perdagangan kemungkinan bakal engalami perlambatan kendati kegiatan konstruksi dan sebagian jasa keuangan mendapat dukungan dari kenaikan investasi di sector infrastruktur serta kondisi keuangan yang lebih kondusif. Meski demikian, prospek pertumbuhan tetap tidak jelas, utamanya menjelang 2026. Adapun tingkat inflasi diharapkan tetap terkendali dalam jangka pendek. Inflasi inti MAS diperkirakan sedikit naik di akhir tahun ini. Sementara itu inflasi inti dan tahunan diperkirakan berada i level 0.5 hingga 1.5%.
2025-07-30
Singapura
Amerika Serikat
Inggris Raya
Kawasan Euro
Tiongkok
Afganistan
Albania
Aljazair
Andorra
Angola
Antigua-Dan-Barbuda
Argentina
Armenia
Aruba
Australia
Austria
Azerbaijan
Bahama
Bahrain
Bangladesh
Barbados
Belarus
Belgia
Belize
Benin
Bermuda
Bhutan
Bolivia
Bosnia
Botswana
Brazil
Brunei
Bulgaria
Burkina-Faso
Burundi
Kamboja
Kamerun
Kanada
Tanjung Verde
Kepulauan Cayman
Republik Afrika Tengah
Chad
Kepulauan Channel
Chili
Tiongkok
Kolumbia
Komoro
Kongo
Kosta Rika
Cote d Ivoire
Kroasia
Kuba
Siprus
Republik Cheko
Denmark
Djibouti
Dominica
Republik Dominika
Asia Timur Dan Pasifik
Timor Leste
Ekuador
Mesir
El-Salvador
Guinea Khatulistiwa
Eritrea
Estonia
Etiopia
Kawasan Euro
Uni Eropa
Eropa Dan Asia Tengah
Kepulauan Faeroe
Fiji
Finlandia
Prancis
Polinesia Prancis
Gabon
Gambia
Georgia
Jerman
Ghana
Yunani
Tanah Hijau
Grenada
Guam
Guatemala
Guinea
Guinea-Bissau
Guyana
Haiti
Honduras
Hong Kong
Hongaria
Islandia
India
Indonesia
Iran
Irak
Irlandia
Pulau Man
Israel
Italia
Pantai Gading
Jamaika
Jepang
Yordania
Kazakhstan
Kenya
Kiribati
Kosovo
Kuwait
Kirgistan
Laos
Latvia
Lebanon
Lesotho
Liberia
Libya
Liechtenstein
Lithuania
Luksemburg
Macau
Makedonia
Madagaskar
Malawi
Malaysia
Maladewa
Mali
Malta
Kepulauan Marshall
Mauritania
Mauritius
Mayotte
Meksiko
Mikronesia
Moldova
Monako
Mongolia
Montenegro
Maroko
Mozambik
Myanmar
Namibia
Nepal
Belanda
Antillen Belanda
Kaledonia Baru
Selandia Baru
Nikaragua
Niger
Nigeria
Korea Utara
Norwegia
Oman
Pakistan
Palau
Panama
Palestina
Papua Nugini
Paraguay
Peru
Filipina
Polandia
Portugal
Puerto Riko
Qatar
Republik Kongo
Rumania
Rusia
Rwanda
Samoa
Sao Tome Dan Principe
Arab Saudi
Senegal
Serbia
Seychelles
Sierra Leone
Singapura
Slovakia
Slovenia
Kepulauan Solomon
Somalia
Afrika Selatan
Asia Selatan
Korea Selatan
Sudan Selatan
Spanyol
Sri-Lanka
Sudan
Suriname
Swaziland
Swedia
Swiss
Suriah
Taiwan
Tajikistan
Tanzania
Thailand
Timor Leste
Togo
Tonga
Trinidan dan Tobago
Tunisia
Turki
Turkmenistan
Uganda
Ukraina
Uni Emirat Arab
Inggris Raya
Amerika Serikat
Uruguay
Uzbekistan
Vanuatu
Venezuela
Vietnam
Kepulauan Virgin
Yaman
Zambia
Zimbabwe
Kalender
Perkiraan
Indikator
Pasar
Mata Uang
Obligasi Pemerintah 10 Tahun Kembali
Pasar Saham
PDB
Pertumbuhan PDB Setahun Penuh
PDB
PDB Atas Dasar Harga Konstan
PDB dari Konstruksi
PDB dari Manufaktur
PDB dari Jasa
PDB Sektor Transportasi
PDB dari Utilitas
Pertumbuhan PDB yang disetahunkan
Pertumbuhan PDB (q-to-q)
Tingkat Pertumbuhan PDB Tahunan
Pdb Per Kapita
PDB per kapita KKB
Pembentukan Modal Tetap Bruto
Produk Nasional Bruto
Buruh
Jam Per Minggu Rata-rata
Pekerja
Perubahan Penyerapan Lapangan Kerja
Lowongan Kerja
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja
Pengeluaran yang dialokasikan untuk Buruh
Populasi
Produktivitas
Usia Pensiun - Pria
Usia Pensiun - Wanita
Pengangguran
Tingkat Pengangguran
Upah
Harga
Inflasi Inti
Tingkat Inflasi Inti YoY
CPI
Utilitas Perumahan CPI
Indeks Harga Konsumen Sektor Transportasi
Harga Ekspor
Harga Ekspor YoY
Inflasi Pangan
PDB Deflator
Harga Impor
Harga Impor YoY
Tingkat Inflasi (Bulanan)
Tingkat Inflasi Tahun ke Tahun (YoY)
Indeks Harga Produsen (PPI) Tahunan
Harga Produsen
Uang
Bank Pinjaman
Neraca Bank
Neraca Bank Sentral
Cadangan Devisa
Uang Beredar M0
Uang Beredar M1
Uang Beredar M2
Uang Beredar M3
Overnight Rate Average (SORA)
Perdagangan
Neraca Perdagangan
Arus Modal
Transaksi Berjalan
Transaksi Berjalan dibandingkan dengan PDB
Ekspor
Utang Luar Negeri
Penanaman Modal Asing
Cadangan Emas
Impor
Ekspor Non-Migas MoM
Ekspor Non-Migas YoY
Aturan Perdagangan
Indeks Terorisme
Kedatangan Wisatawan
Pemerintah
Indeks Korupsi
Peringkat Korupsi
Peringkat Kredit
Belanja Fiskal
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
Nilai Anggaran Pemerintah
Utang Pemerintah
Nilai Utang Pemerintah dibandingkan dengan PDB
Pendapatan Pemerintah
Belanja Pemerintah
Liburan
Pengeluaran Militer
Bisnis
Bangkrut
Indeks Keyakinan Bisnis
Penjualan Mobil
Perubahan Persediaan
Produksi Industri (Bulanan)
Produksi Industri Tahun ke Tahun
Indeks Utama Ekonomi
Tingkat Kepercayaan Sektor Jasa
PMI Manufaktur SIPMM
Konsumen
Belanja Konsumen
Harga Bensin
Rasio Utang Rumah Tangga terhadap PDB
Kredit kepada Sektor Swasta
Penjualan Eceran MoM
Penjualan Eceran YoY
Perumahan
Tingkat Kepemilikan Rumah
Indeks Perumahan
Penjualan Rumah Baru
Harga Properti Residensial
URA Property Index
Pajak
Tarif Pajak Perusahaan
Tingkat Pajak Penghasilan Perorangan
Tarif Pajak Penjualan
Tingkat Jaminan Sosial
Tingkat Jaminan Sosial bagi Perusahaan
Tingkat Jaminan Sosial bagi Karyawan
Tarif Pajak Pemotongan
Iklim
Emisi CO2
Pengendapan
Suhu