Surplus Neraca Berjalan Singapura Q3 Terkecil dalam 3 Kuartal

2025-11-21 07:00 Chusnul Chotimah Waktu baca 1 menit
Surplus neraca berjalan Singapura menyusut menjadi SGD 33,39 miliar pada kuartal ketiga 2025, turun dari SGD 33,89 miliar pada periode yang sama tahun 2024. Ini merupakan surplus terkecil sejak Q4 2024, karena surplus neraca barang turun menjadi SGD 46,95 miliar dari SGD 48,18 miliar setahun sebelumnya, di tengah penurunan ekspor, sementara defisit pendapatan sekunder melebar menjadi SGD 3,84 miliar dari SGD 3,25 miliar. Namun, surplus neraca jasa naik sedikit menjadi SGD 17,54 miliar dari SGD 17,38 miliar. Sementara itu, defisit pendapatan primer menyusut menjadi SGD 27,27 miliar dari SGD 28,42 miliar dalam periode yang sama. Tahun lalu, negara ini mencatat surplus neraca berjalan sebesar SGD 128,30 miliar.


Berita
Surplus Transaksi Berjalan Singapura KW IV Capai Rekor Tertinggi
Surplus neraca berjalan Singapura melebar menjadi SGD 40,24 miliar pada kuartal keempat (KW IV) tahun 2025, naik dari SGD 33,95 miliar pada periode yang sama tahun 2024. Ini adalah surplus terbesar yang tercatat sejak data dimulai pada tahun 1986, karena surplus neraca barang meningkat menjadi SGD 64,60 miliar dari SGD 62,09 miliar setahun sebelumnya, di tengah lonjakan ekspor, sementara surplus neraca jasa naik menjadi SGD 11,11 miliar dari SGD 10,57 miliar. Selain itu, defisit pendapatan primer menyusut menjadi SGD 32,75 miliar dari SGD 36,34 miliar pada periode yang sama. Sementara itu, defisit pendapatan sekunder naik menjadi SGD 2,72 miliar dari SGD 2,37 miliar. Untuk tahun penuh 2025, negara ini mencatat surplus neraca berjalan sebesar SGD 131,96 miliar, sedikit melebar dari SGD 131,67 miliar pada tahun 2024.
2026-02-12
Surplus Neraca Berjalan Singapura Q3 Terkecil dalam 3 Kuartal
Surplus neraca berjalan Singapura menyusut menjadi SGD 33,39 miliar pada kuartal ketiga 2025, turun dari SGD 33,89 miliar pada periode yang sama tahun 2024. Ini merupakan surplus terkecil sejak Q4 2024, karena surplus neraca barang turun menjadi SGD 46,95 miliar dari SGD 48,18 miliar setahun sebelumnya, di tengah penurunan ekspor, sementara defisit pendapatan sekunder melebar menjadi SGD 3,84 miliar dari SGD 3,25 miliar. Namun, surplus neraca jasa naik sedikit menjadi SGD 17,54 miliar dari SGD 17,38 miliar. Sementara itu, defisit pendapatan primer menyusut menjadi SGD 27,27 miliar dari SGD 28,42 miliar dalam periode yang sama. Tahun lalu, negara ini mencatat surplus neraca berjalan sebesar SGD 128,30 miliar.
2025-11-21
Surplus Neraca Transaksi Berjalan Singapura Naik di KW II
Surplus neraca berjalan Singapura melebar menjadi SGD 34,80 miliar pada kuartal kedua (KW II) 2025, naik dari SGD 32,07 miliar pada periode yang sama tahun 2024. Kenaikan ini didorong oleh surplus rekening jasa yang lebih tinggi, yang naik menjadi SGD 15,12 miliar dari SGD 12,35 miliar di KW II 2024, terutama karena kinerja yang lebih kuat dalam jasa manufaktur dan perjalanan. Selain itu, defisit pendapatan primer menyempit menjadi SGD 31,16 miliar dari SGD 33,97 miliar dalam periode yang sama. Namun, surplus rekening barang sedikit berkurang menjadi SGD 53,81 miliar dari SGD 55,41 miliar, di tengah lonjakan impor. Sementara itu, defisit pendapatan sekunder melebar menjadi SGD 2,97 miliar dari SGD 1,73 miliar. Tahun lalu, negara ini mencatat surplus neraca berjalan sebesar SGD 128,30 miliar.
2025-08-12