Malaysia Tahan Tingkat Suku Bunga Tetap di 2.75%

2025-11-06 07:07 Chusnul Chotimah Waktu baca 1 menit
Bank Sentral Malaysia mempertahankan tingkat suku bunga kuncinya tetap pada 2,75% untuk pertemuan kedua berturut-turut pada November 2025, sesuai dengan harapan pasar. Dewan mengatakan keputusan tersebut tepat dan mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah harga yang stabil. Sepanjang tahun ini, inflasi inti dan inflasi utama rata-rata masing-masing sebesar 1,4% dan 1,9%. Ke depan, inflasi utama diperkirakan tetap moderat pada tahun 2026 di tengah terus berlanjutnya tekanan biaya global yang mereda, sementara inflasi inti diproyeksikan tetap stabil dan mendekati rata-rata jangka panjangnya. Dari sisi pertumbuhan, data terbaru menunjukkan kinerja PDB yang lebih baik dari yang diharapkan pada K3 2025, didorong oleh permintaan domestik yang berkelanjutan, ekspor elektrik dan elektronik yang tangguh, dan pemulihan produksi komoditas. Langkah-langkah dalam Anggaran 2026 juga diharapkan mendukung pertumbuhan. Ke depan, permintaan domestik yang tangguh seharusnya terus menjadi dasar pertumbuhan hingga tahun 2026. Namun, prospek ke depan tetap tidak pasti, terutama karena perkembangan global yang potensial.


Berita
Malaysia Pertahankan Suku Bunga Stabil untuk Pertemuan ke-3
Bank Sentral Malaysia mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah di 2,75% untuk pertemuan ketiga berturut-turut pada Januari 2026, menandai keputusan kebijakan moneter pertamanya tahun ini dan sejalan dengan ekspektasi pasar. Dewan mengatakan bahwa keputusan tersebut tepat dan mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah harga yang stabil. Inflasi headline dan inti rata-rata masing-masing 1,4% dan 2,0% pada tahun 2025. Melihat ke depan, inflasi headline diperkirakan akan tetap moderat pada tahun 2026 di tengah pelonggaran tekanan biaya global yang terus berlanjut, sementara inflasi inti diproyeksikan tetap stabil dan dekat dengan rata-rata jangka panjangnya. Data awal menunjukkan ekonomi tumbuh 4,9% pada tahun 2025, melambat dari 5,1% pada tahun 2024. Momentum pertumbuhan diperkirakan akan terus berlanjut pada tahun 2026, didukung oleh permintaan domestik yang tangguh. Namun, prospek tetap tidak pasti, terutama di tengah perkembangan global yang terus berubah. MPC mengatakan akan terus memantau kondisi yang sedang berlangsung dan menilai keseimbangan risiko terhadap prospek pertumbuhan domestik dan inflasi.
2026-01-22
Malaysia Tahan Tingkat Suku Bunga Tetap di 2.75%
Bank Sentral Malaysia mempertahankan tingkat suku bunga kuncinya tetap pada 2,75% untuk pertemuan kedua berturut-turut pada November 2025, sesuai dengan harapan pasar. Dewan mengatakan keputusan tersebut tepat dan mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah harga yang stabil. Sepanjang tahun ini, inflasi inti dan inflasi utama rata-rata masing-masing sebesar 1,4% dan 1,9%. Ke depan, inflasi utama diperkirakan tetap moderat pada tahun 2026 di tengah terus berlanjutnya tekanan biaya global yang mereda, sementara inflasi inti diproyeksikan tetap stabil dan mendekati rata-rata jangka panjangnya. Dari sisi pertumbuhan, data terbaru menunjukkan kinerja PDB yang lebih baik dari yang diharapkan pada K3 2025, didorong oleh permintaan domestik yang berkelanjutan, ekspor elektrik dan elektronik yang tangguh, dan pemulihan produksi komoditas. Langkah-langkah dalam Anggaran 2026 juga diharapkan mendukung pertumbuhan. Ke depan, permintaan domestik yang tangguh seharusnya terus menjadi dasar pertumbuhan hingga tahun 2026. Namun, prospek ke depan tetap tidak pasti, terutama karena perkembangan global yang potensial.
2025-11-06
Malaysia Pertahankan Suku Bunga Tetap Sesuai Perkiraan
Bank Sentral Malaysia mempertahankan tingkat suku bunga kuncinya tetap pada 2,75% selama pertemuan kebijakan bulan Agustus 2025, sejalan dengan harapan pasar. Dewan menegaskan bahwa keputusan tersebut sesuai dan mendukung ekonomi di tengah stabilitas harga. Inflasi inti, yang rata-rata 1,9% selama periode yang sama, diperkirakan akan tetap stabil dan mendekati rata-rata historisnya. Ini menunjukkan laju aktivitas ekonomi yang stabil tanpa tanda-tanda tekanan harga yang signifikan yang didorong oleh permintaan. Sementara itu, ekonomi Malaysia tumbuh sebesar 4,4% pada paruh pertama tahun 2025, dengan pertumbuhan tahun penuh diperkirakan tumbuh dalam kisaran 4,0% hingga 4,8%. Prospek ini didukung oleh belanja konsumen yang tangguh dan momentum investasi yang kuat. Menyongsong tahun 2026, permintaan domestik diantisipasi tetap kuat dan menjadi pendorong utama pertumbuhan.
2025-09-04