Jepang Akan Menetapkan Rencana Stimulus Ekonomi Sambil Berkoordinasi dengan BoJ

2025-11-10 01:25 Farida Husna Waktu baca 1 menit
Pemerintah Jepang diharapkan akan menyelesaikan paket stimulus ekonomi pada tanggal 21 November, menandai inisiatif kebijakan utama perdana Menteri Sanae Takaichi sejak menjabat bulan lalu. Menurut garis besar draf yang dilihat oleh Reuters, paket tersebut akan mendorong Bank of Japan untuk fokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi yang kuat disertai dengan harga yang stabil, menegaskan preferensi Takaichi untuk menjaga suku bunga rendah untuk mendukung pemulihan yang rapuh. "Sangat penting bagi kebijakan moneter untuk dipandu dengan cara yang mencapai pertumbuhan ekonomi yang kuat dan stabilitas harga," demikian bunyi draf tersebut. Rencana tersebut akan mencakup langkah-langkah untuk meringankan beban biaya hidup yang meningkat, meningkatkan manajemen krisis dan investasi pertumbuhan, serta memperkuat kemampuan pertahanan Jepang. Pemerintah juga berjanji untuk berkoordinasi erat dengan BoJ untuk mencegah kembali ke deflasi dan menjaga pertumbuhan. Nikkei melaporkan paket tersebut akan menampilkan pemotongan pajak yang menargetkan investasi di 17 industri kunci.


Berita
Jepang Luncurkan Stimulus Ekonomi JPY 21,3 Triliun
Parlemen Jepang pada hari Jumat menyetujui paket stimulus ekonomi sebesar JPY 21,3 triliun untuk mendukung ekonomi di tengah inflasi yang persisten dan dampak tarif Amerika Serikat. Rencana tersebut mengalokasikan JPY 11,7 triliun, termasuk pembebasan pajak, untuk meringankan beban kenaikan harga, sementara JPY 7,2 triliun akan mendanai investasi di sektor-sektor strategis seperti semikonduktor, kecerdasan buatan, dan pembangunan kapal. Untuk membiayai langkah-langkah tersebut, pemerintah akan menyusun anggaran tambahan sebesar JPY 17,7 triliun dari rekening umumnya, melampaui anggaran tambahan sekitar JPY 13,9 triliun untuk tahun fiskal 2024 dan mencatat rekor tertinggi pasca pandemi baru. Para legislator bertujuan untuk menyelesaikan anggaran tambahan ini lebih lanjut bulan ini.
2025-11-21
Jepang Akan Menetapkan Rencana Stimulus Ekonomi Sambil Berkoordinasi dengan BoJ
Pemerintah Jepang diharapkan akan menyelesaikan paket stimulus ekonomi pada tanggal 21 November, menandai inisiatif kebijakan utama perdana Menteri Sanae Takaichi sejak menjabat bulan lalu. Menurut garis besar draf yang dilihat oleh Reuters, paket tersebut akan mendorong Bank of Japan untuk fokus pada pencapaian pertumbuhan ekonomi yang kuat disertai dengan harga yang stabil, menegaskan preferensi Takaichi untuk menjaga suku bunga rendah untuk mendukung pemulihan yang rapuh. "Sangat penting bagi kebijakan moneter untuk dipandu dengan cara yang mencapai pertumbuhan ekonomi yang kuat dan stabilitas harga," demikian bunyi draf tersebut. Rencana tersebut akan mencakup langkah-langkah untuk meringankan beban biaya hidup yang meningkat, meningkatkan manajemen krisis dan investasi pertumbuhan, serta memperkuat kemampuan pertahanan Jepang. Pemerintah juga berjanji untuk berkoordinasi erat dengan BoJ untuk mencegah kembali ke deflasi dan menjaga pertumbuhan. Nikkei melaporkan paket tersebut akan menampilkan pemotongan pajak yang menargetkan investasi di 17 industri kunci.
2025-11-10
Jepang Pangkas Proyeksi Pertumbuhan 2025 Seiring Risiko Tarif, Inflasi
Pemerintah Jepang memangkas proyeksi pertumbuhan untuk tahun 2025 menjadi 0,7% dari sebelumnya 1,2% di tengah dampak tarif Amerika Serikat dan tingkat inflasi yang persisten, demikian menurut Kantor Kabinet pada Kamis. Penurunan itu merefleksikan pelemahan prospek perekonomian global, Sebagian disebabkan oleh kebijakan tarif Presiden trump, yang mengenakan bea 15% atas produk-produk Jepang. Meski tarif diturunkan menjadi 15% dari rencana awal 25%, kenaikan tarif tersebut diharapkan kan berpengaruh pada keuntungan bisnis di Jepang. Sementara itu masih ada ketidakjelasan apakah tarif baru tersebut akan ditambahkan ke level yang berlaku sekarang. Tambahan lagi, Amerika belum mengeluarkan tarif baru terkait sektor auto. Tokyo juga menurunkan perkiraan konsumsi rumah tangga menjadi 1% dari sebelumnya 1,3% seiring inflasi yang kini diperkirakan mencapai ,4%, lebih tinggi dari perkiraan awal 2%. Untuk tahun fiscal 2026, PDB diharapkan naik sedikit ke level 0,9%, didukung oleh perbaikan permintaan konsumen mengingat kenaikan upah berada di atas inflasi. Pemerintah tetap memprediksikan surplus primer anggaran sebesar JPY 3,6 triliun, meski angka ini belum memperhitungkan kemungkinan pemotongan pajak atau potensi stimulus yang keduanya masih dalam taraf pembahasan.
2025-08-08