Surplus Neraca Transaksi Berjalan Jepang Capai Rekor Tertinggi

2026-05-13 00:01 Farida Husna Waktu baca 1 menit
Surplus neraca berjalan Jepang meningkat menjadi JPY 4.681,5 miliar pada Maret 2026 dari JPY 3.625,3 miliar pada bulan yang sama tahun sebelumnya, melampaui ekspektasi pasar sebesar JPY 3.879 miliar dan mencatat jumlah terbesar yang pernah ada. Surplus neraca barang melonjak menjadi JPY 830,5 miliar dari JPY 611,3 miliar pada tahun sebelumnya, seiring pertumbuhan ekspor (11,7%) melebihi impor (10,0%). Selain itu, surplus pendapatan primer melebar menjadi JPY 4.630,7 miliar dari JPY 3.832,6 miliar. Sementara itu, defisit pendapatan sekunder menyusut menjadi JPY 522,0 miliar dari JPY 778,9 miliar, sementara defisit neraca jasa melebar tajam menjadi JPY 257,8 miliar dari JPY 39,8 miliar. Pada saat yang sama, defisit neraca jasa meningkat signifikan menjadi JPY 257,8 miliar dari JPY 39,8 miliar.


Berita
Surplus Neraca Transaksi Berjalan Jepang Capai Rekor Tertinggi
Surplus neraca berjalan Jepang meningkat menjadi JPY 4.681,5 miliar pada Maret 2026 dari JPY 3.625,3 miliar pada bulan yang sama tahun sebelumnya, melampaui ekspektasi pasar sebesar JPY 3.879 miliar dan mencatat jumlah terbesar yang pernah ada. Surplus neraca barang melonjak menjadi JPY 830,5 miliar dari JPY 611,3 miliar pada tahun sebelumnya, seiring pertumbuhan ekspor (11,7%) melebihi impor (10,0%). Selain itu, surplus pendapatan primer melebar menjadi JPY 4.630,7 miliar dari JPY 3.832,6 miliar. Sementara itu, defisit pendapatan sekunder menyusut menjadi JPY 522,0 miliar dari JPY 778,9 miliar, sementara defisit neraca jasa melebar tajam menjadi JPY 257,8 miliar dari JPY 39,8 miliar. Pada saat yang sama, defisit neraca jasa meningkat signifikan menjadi JPY 257,8 miliar dari JPY 39,8 miliar.
2026-05-13
Surplus Neraca Transksi Berjalan Jepang Melampaui Perkiraan
Surplus neraca berjalan Jepang tercatat sebesar JPY 3.932,7 miliar pada Februari 2026, sedikit berubah dari JPY 3.938,4 miliar setahun sebelumnya tetapi melebihi ekspektasi pasar sebesar JPY 3.549 miliar. Angka terbaru menandai surplus terbesar sejak September, didukung terutama oleh aliran pendapatan yang lebih kuat meskipun dinamika perdagangan yang lebih lemah. Surplus neraca barang menyusut tajam menjadi JPY 267,6 miliar dari JPY 809,9 miliar pada tahun sebelumnya, karena pertumbuhan ekspor (2,8%) tertinggal di belakang kenaikan impor yang lebih cepat (9,7%). Sementara itu, surplus pendapatan primer melebar menjadi JPY 4.240,3 miliar dari JPY 3.798,6 miliar, tetap menjadi pendorong utama surplus keseluruhan. Defisit neraca jasa relatif stabil di JPY 284,5 miliar (dibandingkan JPY 285,7 miliar), sementara defisit pendapatan sekunder menyusut menjadi JPY 290,8 miliar dari JPY 384,4 miliar.
2026-04-08
Surplus Neraca Pembayaran Jepang Di Bawah Perkiraan
Surplus neraca berjalan Jepang melonjak menjadi JPY 942,6 miliar pada Januari 2026 dari JPY 344,6 miliar pada bulan yang sama tahun sebelumnya, meskipun sedikit di bawah perkiraan pasar untuk kenaikan sebesar JPY 960 miliar. Peningkatan ini sebagian besar didorong oleh penyempitan tajam dalam defisit akun barang, yang menyusut menjadi JPY 600,4 miliar dari JPY 2.934,0 miliar setahun sebelumnya, karena ekspor melonjak 20,5% sementara impor turun 7,7%, mencerminkan biaya impor energi yang lebih lembut dan permintaan eksternal yang tangguh. Namun, komponen lainnya kurang mendukung. Surplus pendapatan primer, terutama pendapatan dari investasi luar negeri, turun menjadi JPY 2.746,6 miliar dari JPY 3.520,0 miliar, sementara defisit pendapatan sekunder melebar sedikit menjadi JPY 489,3 miliar dari JPY 440,8 miliar. Sementara itu, defisit akun jasa berkembang tajam menjadi JPY 715,3 miliar dari JPY 498,8 miliar, sebagian mencerminkan perjalanan keluar yang lebih kuat dan pembayaran untuk layanan asing.
2026-03-09