Tiongkok Beri Subsidi untuk Dorong Kelahiran dan Percepat Pertumbuhan Ekonomi

2025-07-04 03:21 Farida Husna Waktu baca 1 menit
Tiongkok berencana meluncurkan subsidi dalam bentuk tunai secara nasional guna mendorong tingkat kelahiran di tengah penurunan populasi yang persisten dan menimbulkan risiko ekonomi jangka panjang, demikian menurut Bloomberg News, Jumat. Dalam kebijakan yang diusulkan itu, setiap keluarga akan memperoleh CNY 3.600 per tahun untuk setiap anak yang lahir pada atau setelah 1 Januari 2025. Hal ini akan berlanjut hingga sang anak mencapai usia tiga tahun. Meskipun belum diumumkan secara resmi, langkah ini menandakan meningkatnya urgensi terkait upaya Beijing mengatasi tantangan demografis. Setelah mengakhiri kebijakan satu anak hampir satu dekade silam, tingkat kelahiran di Tiongkok terus menurun, hanya mencapai 9,54 juta kelahiran pada 2024, jumlah terendah kedua sejak berdirinya Republik Rakyat Tiongkok pada 1949. Sementara itu, pemerintah lokal dilaporkan telah mulai menawarkan insentif, termasuk subsidi perumahan dan pembayaran sekaligus.


Berita
Populasi China Turun untuk Keempat Kalinya Berturut-turut
Populasi China turun sebesar 3,39 juta menjadi 1,405 miliar pada tahun 2025, menandai tahun keempat berturut-turut penurunan, setelah turun sebesar 1,39 juta pada tahun 2024. Ini juga menandai populasi terendah sejak tahun 2017, dengan jumlah total kelahiran menurun menjadi 7,92 juta pada tahun 2025, terendah dalam beberapa dekade, dari 9,54 juta pada tahun 2024. Sementara itu, jumlah kematian meningkat menjadi 11,31 juta dari 10,93 juta pada tahun 2024. Populasi China terus menua pada tahun 2025, dengan jumlah mereka yang berusia 60 tahun ke atas mencapai 323 juta dan menyumbang 23% dari total populasi, naik satu poin persentase dari tahun 2024. Kebijakan populasi China muncul sebagai bagian kunci dari strategi ekonominya, karena Beijing meluncurkan dorongan paling luas untuk meningkatkan tingkat kelahiran yang menurun. Beijing memperkirakan biaya potensial total sekitar CNY 180 miliar pada tahun 2026 untuk mendorong kelahiran, menurut perkiraan Reuters, karena pihak berwenang berjuang untuk menghapus puluhan tahun pengendalian populasi yang ketat yang membantu mengatasi kemiskinan namun membentuk ulang keluarga-keluarga China.
2026-01-19
Tiongkok Beri Subsidi untuk Dorong Kelahiran dan Percepat Pertumbuhan Ekonomi
Tiongkok berencana meluncurkan subsidi dalam bentuk tunai secara nasional guna mendorong tingkat kelahiran di tengah penurunan populasi yang persisten dan menimbulkan risiko ekonomi jangka panjang, demikian menurut Bloomberg News, Jumat. Dalam kebijakan yang diusulkan itu, setiap keluarga akan memperoleh CNY 3.600 per tahun untuk setiap anak yang lahir pada atau setelah 1 Januari 2025. Hal ini akan berlanjut hingga sang anak mencapai usia tiga tahun. Meskipun belum diumumkan secara resmi, langkah ini menandakan meningkatnya urgensi terkait upaya Beijing mengatasi tantangan demografis. Setelah mengakhiri kebijakan satu anak hampir satu dekade silam, tingkat kelahiran di Tiongkok terus menurun, hanya mencapai 9,54 juta kelahiran pada 2024, jumlah terendah kedua sejak berdirinya Republik Rakyat Tiongkok pada 1949. Sementara itu, pemerintah lokal dilaporkan telah mulai menawarkan insentif, termasuk subsidi perumahan dan pembayaran sekaligus.
2025-07-04