PDB China Kuartal III Terendah dalam Setahun

2025-10-20 02:05 Farida Husna Waktu baca 1 menit
Perekonomian Tiongkok tumbuh 4,8% secara tahunan pada kuartal III 2025, melambat dari 5,2% pada kuartal II an merupakan laju terendah sejak kuartal III 2024. Meski sesuai dengan ekspektasi pasar, pertumbuhan PDB terus kehilangan momentum setelah membukukan penuatan pada awal tahun yang kuat, tertekan oleh ketegangan dagang dengan Amerika Serikat, kemerosotan sektor properti yang berkepanjangan, serta lemahnya permintaan konsumen. Data September menunjukkan bahwa penjualan eceran di Tiongkok mencatatkan kenaikan paling lambat dalam setahun terakhir meskipun program subsidi belanja konsumen masih berlangsung, sementara tingkat pengangguran sedikit turun namun tetap berada dekat level tertingginya enam bulan, seperti yang tercatat pada Agustus. Di sisi lain, kegiatan industrial tumbuh dengan laju tercepat dalam tiga bulan menjelang libur Golden Week. Terkait perdagangan, ekspor dan impor melampaui perkiraan karena perusahaan mendorong ekspansi menuju pasar baru di samping meningkatny permintaan domestik seiring belanja liburan. Biro statistik Tiongkok memperingatkan bahwa risiko dan tekanan eksternal masih berlanjut, dengan fondasi pemulihan yang dinilai masih rapuh. Meski demikian, mereka meyakini bahwa pertumbuhan 5,2% dalam sembilan bulan pertama tahun ini telah memberikan “landasan yang kuat” bagi tercapainya target tahunan sekitar 5%.


Berita
Pertumbuhan Cina KW IV Melambat, PDB 2025 Tetap 5%
Ekonomi China tumbuh 4,5% yoy pada kuartal IV (KW IV) 2025, melambat dari 4,8% di K3 dan menandai kenaikan terlemah dalam tiga tahun. Hasil terbaru datang saat penjualan eceran Desember tumbuh pada laju terendah dalam tiga tahun, ditekan oleh kelesuan properti yang berkepanjangan dan tekanan deflasi meskipun subsidi konsumen berlanjut. Sementara itu, tingkat pengangguran bertahan di 5,1% selama tiga bulan berturut-turut sementara pertumbuhan produksi industri mempercepat. Pertumbuhan sepanjang tahun mencapai 5%, sesuai dengan target Beijing dan tidak berubah dari 2024, didukung oleh surplus perdagangan tertinggi sepanjang masa karena ekspor kuat ke pasar non-AS membantu menutupi tekanan tarif dan investasi tetap yang lebih lemah. Badan statistik China mencatat bahwa ekonomi mampu menahan berbagai tekanan dan mempertahankan tren yang stabil, progresif pada 2025, menyusul janji pemimpin pada Desember untuk mempertahankan sikap fiskal proaktif guna mendorong aktivitas. Namun, prospek pertumbuhan pada 2026 tetap diselimuti oleh meningkatnya proteksionisme dan kebijakan AS yang tidak terduga di bawah Presiden Trump.
2026-01-19
PDB China Kuartal III Terendah dalam Setahun
Perekonomian Tiongkok tumbuh 4,8% secara tahunan pada kuartal III 2025, melambat dari 5,2% pada kuartal II an merupakan laju terendah sejak kuartal III 2024. Meski sesuai dengan ekspektasi pasar, pertumbuhan PDB terus kehilangan momentum setelah membukukan penuatan pada awal tahun yang kuat, tertekan oleh ketegangan dagang dengan Amerika Serikat, kemerosotan sektor properti yang berkepanjangan, serta lemahnya permintaan konsumen. Data September menunjukkan bahwa penjualan eceran di Tiongkok mencatatkan kenaikan paling lambat dalam setahun terakhir meskipun program subsidi belanja konsumen masih berlangsung, sementara tingkat pengangguran sedikit turun namun tetap berada dekat level tertingginya enam bulan, seperti yang tercatat pada Agustus. Di sisi lain, kegiatan industrial tumbuh dengan laju tercepat dalam tiga bulan menjelang libur Golden Week. Terkait perdagangan, ekspor dan impor melampaui perkiraan karena perusahaan mendorong ekspansi menuju pasar baru di samping meningkatny permintaan domestik seiring belanja liburan. Biro statistik Tiongkok memperingatkan bahwa risiko dan tekanan eksternal masih berlanjut, dengan fondasi pemulihan yang dinilai masih rapuh. Meski demikian, mereka meyakini bahwa pertumbuhan 5,2% dalam sembilan bulan pertama tahun ini telah memberikan “landasan yang kuat” bagi tercapainya target tahunan sekitar 5%.
2025-10-20
Pertumbuhan PDB Tiongkok Kuartal II Sedikit di Atas Perkiraan, Prospek Pudar
Perekonomian Tiongkok tumbuh 5,2% yoy pada kuartal 2, 2025, melambat dari 5,4% pada dua kuartal sebelumnya dan mencatatkan laju terendahnya sejak kuartal 3 2024. Meski demikian, rilis terbaru itu sedikit di atas konsensus pasar sebesar 5,1%, didukung sebagian oleh berbagai langkah kebijakan Beijing di tengah jeda pemberlakuan tarif. Pada Juni, aktivitas industri ternyata mencapai laju tertingginya dalam tiga bulan, sementara tingkat pengangguran tetap pada level terendahnya dalam enam bulan. Namun, penjualan eceran melambat, dengan laju paling lemah dalam empat bulan sekalipun pemerintah memberikan subsidi untuk pemberian barang elektronik. Beralih ke perdagangan, ekspor Tiongkok tumbuh lebih cepat seiring upaya pabrikan yang mempercepat pengiriman. Selain itu, impor naik untuk pertama kalinya tahun ini. Selama paruh pertama 2025, ekonomi tumbuh 5,3%. Momentum pertumbuhan di paruh kedua diproyeksikan bakal terus melemah di tengah berbagai hambatan, termasuk konflik dagang menjelang tenggat tarif 12 Agustus, tekanan deflasi, dan suramnya sektor properti yang masih berlangsung hingga saat ini. Sementara itu, badan statistik Tiongkok menyebut seputar ketidakpastian eksternal yang terus terjadi serta memperingatkan bahwa permintaan domestik "tidak cukup kuat."
2025-07-15