Impor ke Brunei turun 4,8% tahun ke tahun menjadi BND 678,1 juta pada Januari 2026, sebagian besar dipengaruhi oleh penurunan permintaan untuk bahan bakar mineral (-13,3%). Singapura adalah pemasok teratas (33,4%), di depan Uni Emirat Arab (16,3%), Malaysia (13,9%), Australia (9,9%), China (5,4%), dan Vietnam (4,4%). Pada tahun 2025, impor turun sebesar 13,8%.

Impor di Brunei rata-rata 567,07 juta BND dari 2005 hingga 2025, mencapai titik tertinggi sepanjang masa sebesar 1422,50 juta BND pada Oktober 2023 dan titik terendah sebesar 205,70 juta BND pada Maret 2014.



Terakhir Sebelum Ini Satuan Referensi
Neraca Perdagangan 467.90 136.90 Bnd - Juta Jan 2026
Transaksi Berjalan 2986.20 2611.00 Bnd - Juta Dec 2024
Transaksi Berjalan dibandingkan dengan PDB 16.40 14.40 Persen Dari Pdb Dec 2025
Ekspor 1146.00 1142.00 Bnd - Juta Jan 2026
Penanaman Modal Asing 34.50 -68.60 Bnd - Juta Dec 2024
Impor 678.10 1005.10 Bnd - Juta Jan 2026
Kedatangan Wisatawan 268282.00 133630.00 Ribuan Dec 2024


Impor Brunei
Brunei utamanya mengimpor mesin dan peralatan transportasi (33 persen dari total impor); barang-manufaktur (20 persen); makanan (16 persen); bahan bakar dan pelumas (9 persen); produk kimia (9 persen); barang-manufaktur lainnya (9 persen) dan minuman serta tembakau (2 persen). Mitra impor utama Brunei adalah: Malaysia (21 persen dari total impor); Singapura (19 persen); Tiongkok (13 persen); Amerika Serikat (12 persen); Jepang (4 persen); Thailand (4 persen); Korea Selatan (3 persen) dan Indonesia (3 persen).
Realisasi Sebelum Ini Tertinggi Paling Rendah Tanggal Satuan Frekuensi
678.10 1005.10 1422.50 205.70 2005 - 2026 Bnd - Juta Bulanan