Inflasi Australia Lampaui Perkiraan pada Oktober

2025-11-26 00:41 Chusnul Chotimah Waktu baca 1 menit
Inflasi tahunan Australia naik ke level 3,8% pada Oktober 2025 dari 3,6% pada September, yang juga figur perkiraan pasar. Inflasi tetap berada di atas target RBA sebesar 2–3%. Dalam laporan lengkap CPI bulanan yang dirilis untuk pertama kalinya oleh Biro Statistik Australia, biaya listrik melonjak (37,1% vs 33,9% pada September) seiring berakhirnya subsidi pemerintah, sementara inflasi pangan tetap tinggi (3,2% vs 3,2%). Harga juga mengalami kenaikan untuk alkohol & tembakau (4,4% vs 5,5%), pakaian (5,4% vs 3,8%), perabotan (2,1% vs 1,8%), kesehatan (4,0% vs 4,2%), transportasi (2,7% vs 2,3%), komunikasi (0,8% vs 1,6%), rekreasi (3,2% vs 1,8%), pendidikan (5,4% vs 5,4%), dan jasa keuangan (2,5% vs 2,5%). Adapaun figur inflasi yang sudah disesuaikan untuk kepentingan bank sentral naik ke posisi 3,3% yoy, melampaui konsensus 3%. Secara bulanan, CPI mengalami stagnas setelah kenaikan 0,5% di September. Rilis Rabu tersebut menandai transisi upaya Australia beranjak dari CPI kuartalan menjadi laporan bulanan penuh, yang merupakan tolok ukur utama inflasi, dengan seri dimaksud dimulai sejak April 2024.


Berita
Tingkat Inflasi Australia Melebihi Perkiraan
Inflasi tahunan Australia naik menjadi 3,8% pada Desember 2025 dari level terendah tiga bulan November sebesar 3,4%, melampaui perkiraan pasar sebesar 3,6% dan tetap di atas target RBA sebesar 2–3%. Inflasi layanan mencapai level tertinggi dalam dua tahun (4,1% vs. 3,6% di Q3), didorong oleh perjalanan dan akomodasi liburan akhir tahun, serta sewa yang tinggi. Sementara itu, inflasi barang sedikit meningkat (3,4% vs 3,3%), akibat kenaikan biaya listrik yang lebih cepat (21,5% vs 19,7%) karena beberapa potongan pajak negara bagian berakhir. Tekanan harga tetap luas, dengan peningkatan berkelanjutan dalam makanan dan minuman non-alkohol (3,4% vs 3,3%), alkohol dan tembakau (4,9% vs 4,3%), pakaian (3,4% vs 5,1%), perabotan (2,0% vs 1,3%), kesehatan (3,6% vs 3,6%), transportasi (1,6% vs 2,7%), komunikasi (1,1% vs 1,3%), rekreasi (4,4% vs 3,0%), pendidikan (5,4% vs 5,4%), dan layanan keuangan (2,5% vs 2,5%). CPI rata-rata yang dipangkas naik menjadi 3,3% yoy dari 3,2% sebelumnya, sejalan dengan perkiraan. Secara bulanan, CPI naik 1,0%, meningkat dari angka datar di bulan November.
2026-01-28
Tingkat Inflasi Australia Turun ke Titik Terendah 3 Bulan
Inflasi tahunan Australia melambat menjadi 3,4% pada November 2025 dari 3,8% pada Oktober, di bawah perkiraan pasar sebesar 3,7%, dan tetap di atas target 2–3% RBA. Ini menandai inflasi terendah sejak Agustus, dengan harga rumah naik pada laju terendah dalam tiga bulan (5,2% vs 5,9%) di tengah penurunan harga listrik (19,7% vs 37,1%) menyusul berakhirnya subsidi pemerintah. Harga juga melambat untuk alkohol dan tembakau (4,3% vs 4,4%), pakaian (5,1% vs 5,4%), perabotan (1,3% vs 2,1%), kesehatan (3,6% vs 4,0%), dan rekreasi (2,0% vs 3,2%). Inflasi stabil untuk transportasi (2,7%), pendidikan (5,4%), dan jasa keuangan (2,5%), sementara inflasi makanan (3,3% vs 3,2%) dan komunikasi (1,3% vs 0,8%) keduanya mempercepat. Trimmed mean CPI melonggar menjadi 3,2% yoy dari level tertinggi 8 bulan pada Oktober sebesar 3,3%. Secara bulanan, CPI datar. Sejak November tahun lalu, Australia telah beralih dari CPI triwulanan ke seri bulanan penuh sebagai ukuran utama inflasi, dengan seri tersebut kembali hingga April 2024.
2026-01-07
Inflasi Australia Lampaui Perkiraan pada Oktober
Inflasi tahunan Australia naik ke level 3,8% pada Oktober 2025 dari 3,6% pada September, yang juga figur perkiraan pasar. Inflasi tetap berada di atas target RBA sebesar 2–3%. Dalam laporan lengkap CPI bulanan yang dirilis untuk pertama kalinya oleh Biro Statistik Australia, biaya listrik melonjak (37,1% vs 33,9% pada September) seiring berakhirnya subsidi pemerintah, sementara inflasi pangan tetap tinggi (3,2% vs 3,2%). Harga juga mengalami kenaikan untuk alkohol & tembakau (4,4% vs 5,5%), pakaian (5,4% vs 3,8%), perabotan (2,1% vs 1,8%), kesehatan (4,0% vs 4,2%), transportasi (2,7% vs 2,3%), komunikasi (0,8% vs 1,6%), rekreasi (3,2% vs 1,8%), pendidikan (5,4% vs 5,4%), dan jasa keuangan (2,5% vs 2,5%). Adapaun figur inflasi yang sudah disesuaikan untuk kepentingan bank sentral naik ke posisi 3,3% yoy, melampaui konsensus 3%. Secara bulanan, CPI mengalami stagnas setelah kenaikan 0,5% di September. Rilis Rabu tersebut menandai transisi upaya Australia beranjak dari CPI kuartalan menjadi laporan bulanan penuh, yang merupakan tolok ukur utama inflasi, dengan seri dimaksud dimulai sejak April 2024.
2025-11-26