Bank Sentral Kyrgyz Naikkan Lagi Tingkat Suku Bunga Acuan

2025-11-25 04:14 Joshua Ferrer Waktu baca 1 menit
Bank Sentral Republik Kyrgyz menaikkan suku bunganya sebesar 100 basis poin menjadi 11,00% dalam rapatnya pada 24 November 2025, menandai kenaikan kedua berturut-turut dan biaya pinjaman tertinggi sejak April 2024. Keputusan tersebut bertujuan untuk meredam inflasi yang persisten akibat kenaikan harga pangan global, biaya bahan bakar dan listrik yang lebih tinggi, serta permintaan domestik yang kuat. Inflasi mencapai 7,3% sepanjang tahun dan 8,9% secara tahunan, dengan harga non-pangan naik akibat biaya impor yang tinggi sementara inflasi pangan tetap moderat. Aktivitas ekonomi tetap kuat, dengan PDB riil tumbuh 10% pada Januari–Oktober, didukung oleh sektor jasa, konstruksi, dan industri, bersamaan dengan kenaikan upah, remitansi, pinjaman konsumen, dan investasi. Bank sentral mencatat bahwa risiko eksternal, termasuk harga energi yang volatile, inflasi pangan global, dan tekanan dari negara mitra, membenarkan sikap yang lebih ketat. Rapat kebijakan selanjutnya dijadwalkan pada 26 Januari 2026.


Berita
Bank Sentral Kirgiz Pertahankan Suku Bunga Acuan di 11,00%
Bank Nasional Republik Kyrgyz mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah di 11,00% pada pertemuan 26 Januari 2026, menjaga biaya pinjaman tetap pada level tertinggi sejak April 2024. Penundaan ini mengikuti pengetatan sebelumnya dan mencerminkan penilaian bank sentral bahwa kondisi moneter saat ini tetap cukup ketat untuk mengarahkan inflasi kembali menuju target jangka menengah 5–7%. Inflasi tahunan berada di 9,4% pada pertengahan Januari, tidak berubah dari akhir 2025, dengan pertumbuhan harga makanan sedikit melambat sementara barang dan jasa non-makanan terus meningkat. Aktivitas ekonomi tetap kuat, dengan PDB riil diperkirakan tumbuh sekitar 11,1% pada 2025, didorong oleh sektor konstruksi dan jasa. Bank sentral menyoroti risiko eksternal yang terus berlanjut, termasuk harga makanan dan komoditas global yang volatil serta ketidakpastian geopolitik, dan mengisyaratkan bahwa mereka mungkin akan menyesuaikan kebijakan jika risiko stabilitas harga meningkat. Pertemuan kebijakan berikutnya dijadwalkan pada 23 Februari 2026.
2026-01-27
Bank Sentral Kyrgyz Naikkan Lagi Tingkat Suku Bunga Acuan
Bank Sentral Republik Kyrgyz menaikkan suku bunganya sebesar 100 basis poin menjadi 11,00% dalam rapatnya pada 24 November 2025, menandai kenaikan kedua berturut-turut dan biaya pinjaman tertinggi sejak April 2024. Keputusan tersebut bertujuan untuk meredam inflasi yang persisten akibat kenaikan harga pangan global, biaya bahan bakar dan listrik yang lebih tinggi, serta permintaan domestik yang kuat. Inflasi mencapai 7,3% sepanjang tahun dan 8,9% secara tahunan, dengan harga non-pangan naik akibat biaya impor yang tinggi sementara inflasi pangan tetap moderat. Aktivitas ekonomi tetap kuat, dengan PDB riil tumbuh 10% pada Januari–Oktober, didukung oleh sektor jasa, konstruksi, dan industri, bersamaan dengan kenaikan upah, remitansi, pinjaman konsumen, dan investasi. Bank sentral mencatat bahwa risiko eksternal, termasuk harga energi yang volatile, inflasi pangan global, dan tekanan dari negara mitra, membenarkan sikap yang lebih ketat. Rapat kebijakan selanjutnya dijadwalkan pada 26 Januari 2026.
2025-11-25
Bank Sentral Kyrgyzstan Naikkan Suku Bunga ke 10%
Bank Sentral Republik Kyrgyz menaikkan tingkat suku bunga acuan sebesar 75 basis poin menjadi 10,00% dalam rapatnya pada 27 Oktober 2025, menandai biaya pinjaman tertinggi sejak April 2024. Keputusan tersebut bertujuan untuk meredam tekanan inflasi sambil menjaga stabilitas makroekonomi di tengah ketidakpastian global. Inflasi berada pada 6,2% sepanjang tahun ini dan 8,4% secara tahunan, didorong oleh kenaikan harga energi, permintaan domestik yang kuat, dan kenaikan biaya jasa. Aktivitas ekonomi tetap kuat, dengan PDB riil naik 10% dalam sembilan bulan pertama, didukung oleh pertumbuhan konstruksi, pendapatan yang meningkat, pengiriman uang, dan investasi. Bank sentral mencatat bahwa pasar keuangan tetap stabil, dengan kondisi saat ini seimbang antara tabungan dan kredit, meskipun risiko eksternal tetap ada akibat ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga global. Pembuat kebijakan mengkonfirmasi komitmen mereka terhadap sikap moneter seimbang yang bertujuan untuk menjaga inflasi dalam kisaran target 5–7%. Rapat kebijakan berikutnya dijadwalkan pada 24 November 2025.
2025-10-28