Perak Stabil Jelang Laporan IHK AS

2026-08-12 01:00 Jam Kaimo Samonte Waktu baca 1 menit
Perak stabil di dekat $65 per ons pada hari Rabu setelah mengalami penurunan di sesi sebelumnya, saat investor bersiap untuk data inflasi (Indeks Harga Konsumen/IHK) AS yang penting yang dapat memberikan petunjuk baru tentang pandangan kebijakan Federal Reserve. Pasar tetap terpecah mengenai apakah Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan September setelah mempertahankannya tidak berubah pada bulan Juli, dengan kenaikan harga minyak memperkuat bias hawkish. Sementara itu, para pedagang menilai prospek kesepakatan AS-Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz di tengah sinyal yang berubah. Menteri pertahanan Pakistan mengatakan Washington dan Teheran "dekat dengan semacam kesepakatan" mengenai selat tersebut, sementara laporan menunjukkan bahwa pembicaraan antara Iran dan Oman telah mencapai tahap lanjut. Di tempat lain, perak tetap didukung oleh konsumsi industri yang solid, terutama dari ekspansi produksi panel surya dan pengembangan jaringan listrik. Data terbaru menunjukkan bahwa impor bijih perak oleh China melonjak 62,5% tahun ke tahun pada bulan Juni menjadi 219.000 ton.


Berita
Perak Stabil Jelang Laporan IHK AS
Perak stabil di dekat $65 per ons pada hari Rabu setelah mengalami penurunan di sesi sebelumnya, saat investor bersiap untuk data inflasi (Indeks Harga Konsumen/IHK) AS yang penting yang dapat memberikan petunjuk baru tentang pandangan kebijakan Federal Reserve. Pasar tetap terpecah mengenai apakah Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan September setelah mempertahankannya tidak berubah pada bulan Juli, dengan kenaikan harga minyak memperkuat bias hawkish. Sementara itu, para pedagang menilai prospek kesepakatan AS-Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz di tengah sinyal yang berubah. Menteri pertahanan Pakistan mengatakan Washington dan Teheran "dekat dengan semacam kesepakatan" mengenai selat tersebut, sementara laporan menunjukkan bahwa pembicaraan antara Iran dan Oman telah mencapai tahap lanjut. Di tempat lain, perak tetap didukung oleh konsumsi industri yang solid, terutama dari ekspansi produksi panel surya dan pengembangan jaringan listrik. Data terbaru menunjukkan bahwa impor bijih perak oleh China melonjak 62,5% tahun ke tahun pada bulan Juni menjadi 219.000 ton.
2026-08-12
Perak Turun Saat Investor Mengambil Keuntungan
Perak merosot menuju $64 per ons pada hari Selasa, menghapus keuntungan sebelumnya saat investor mengambil keuntungan setelah reli yang kuat dan menilai potensi dampak lonjakan harga minyak terhadap inflasi dan prospek suku bunga. Sebelumnya dalam sesi, logam tersebut naik ke level tertinggi dalam tujuh minggu, mengikuti kenaikan harga emas seiring dengan meningkatnya permintaan investasi untuk logam mulia. Perak juga tetap didukung oleh konsumsi industri yang solid, terutama dari berkembangnya manufaktur panel surya dan pengembangan jaringan listrik. Data terbaru menunjukkan impor bijih perak Tiongkok melonjak 62,5% tahun ke tahun pada bulan Juni menjadi 219.000 ton. Sementara itu, ketidakpastian tetap ada mengenai kemungkinan kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri perang dan membuka Selat Hormuz, membuat pasar berhati-hati terhadap inflasi dan suku bunga. Investor juga menunggu data inflasi AS yang penting minggu ini untuk sinyal baru mengenai prospek kebijakan Federal Reserve.
2026-08-11
Perak Perpanjang Kenaikan di Tengah Reli Logam Mulia
Perak naik menjadi sekitar $66 per ons pada hari Selasa, mencapai level tertinggi dalam tujuh minggu dan mengikuti lonjakan harga emas yang didorong oleh meningkatnya permintaan investasi untuk logam mulia meskipun ada risiko inflasi yang meningkat dan ekspektasi kenaikan suku bunga di tengah melonjaknya harga minyak. Logam putih ini juga terus mendapatkan manfaat dari permintaan industri yang kuat terkait dengan peningkatan produksi panel surya dan jaringan listrik. Data terbaru menunjukkan impor bijih perak oleh China melonjak 62,5% secara tahunan pada bulan Juni menjadi 219.000 ton. Sementara itu, ketidakpastian tetap ada mengenai kemungkinan kesepakatan antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang dan membuka Selat Hormuz, membuat pasar waspada terhadap inflasi dan prospek suku bunga. Para investor juga menunggu pembacaan inflasi AS yang penting minggu ini untuk petunjuk baru tentang pandangan kebijakan Federal Reserve.
2026-08-11