Kalender
Berita
Pasar
Komoditas
Indeks
Saham
Mata Uang
Kripto
Obligasi
Indikator
Negara-negara
Prakiraan
Komoditas
Indeks
Mata Uang
Kripto
Obligasi
Negara-negara
Indikator
Kalender
Berita
Pasar
Komoditas
Indeks
Saham
Mata Uang
Kripto
Obligasi
Pendapatan
Liburan
Negara-negara
Amerika Serikat
Inggris Raya
Kawasan Euro
Australia
Kanada
Jepang
Tiongkok
Brazil
Rusia
India
Selanjutnya Negara-negara
Indikator
Tingkat Bunga
Tingkat Inflasi
Tingkat Pengangguran
Pertumbuhan PDB (q-to-q)
Pdb Per Kapita
Transaksi Berjalan
Cadangan Emas
Utang Pemerintah
Produksi Minyak Mentah
Harga Bensin
Peringkat Kredit
Selanjutnya Indikator
Prakiraan
Komoditas
Indeks
Mata Uang
Kripto
Obligasi
Negara-negara
Indikator
Apps
App Store
Google Play
Twitter
Futures Karet di Tinggi 2 Bulan
2026-08-20 08:41
Luisa Carvalho
Waktu baca 1 menit
Kontrak berjangka karet naik mendekati 225 sen AS per kilogram, tertinggi dalam dua bulan, didukung oleh harga minyak yang tinggi dan pengurangan pasokan musiman yang diperkirakan. Para pedagang melihat ke depan untuk pasokan yang lebih ketat setelah musim puncak pengetikan di Asia Tenggara berakhir pada bulan September, ketika pengiriman diperkirakan akan melambat. Produksi biasanya mengalami musim produksi rendah dari Februari hingga Mei, sebelum periode panen puncak yang berlangsung hingga September. Sementara itu, produsen teratas Thailand menghadapi kondisi cuaca yang buruk, dengan hujan yang tidak menentu mengganggu operasi pengetikan karet. Sementara itu, ketidakpastian mengenai konflik Timur Tengah dan pembukaan Selat Hormuz menjaga harga minyak mentah tetap tinggi, menjadikan karet sintetis berbasis minyak mentah kurang kompetitif. Di sisi permintaan, penjualan mobil China yang lesu terus membebani permintaan ban dan konsumsi karet.
Karet
Komoditas
Berita
Futures Karet di Tinggi 2 Bulan
Kontrak berjangka karet naik mendekati 225 sen AS per kilogram, tertinggi dalam dua bulan, didukung oleh harga minyak yang tinggi dan pengurangan pasokan musiman yang diperkirakan. Para pedagang melihat ke depan untuk pasokan yang lebih ketat setelah musim puncak pengetikan di Asia Tenggara berakhir pada bulan September, ketika pengiriman diperkirakan akan melambat. Produksi biasanya mengalami musim produksi rendah dari Februari hingga Mei, sebelum periode panen puncak yang berlangsung hingga September. Sementara itu, produsen teratas Thailand menghadapi kondisi cuaca yang buruk, dengan hujan yang tidak menentu mengganggu operasi pengetikan karet. Sementara itu, ketidakpastian mengenai konflik Timur Tengah dan pembukaan Selat Hormuz menjaga harga minyak mentah tetap tinggi, menjadikan karet sintetis berbasis minyak mentah kurang kompetitif. Di sisi permintaan, penjualan mobil China yang lesu terus membebani permintaan ban dan konsumsi karet.
2026-08-20
Kontrak Berjangka Karet Mendekati Tinggi 2 Minggu
Kontrak berjangka karet naik menjadi sekitar 223 sen AS per kilogram, mendekati level tertinggi dalam dua minggu, karena harga minyak yang lebih tinggi mendukung karet alami dengan membuat karet sintetis berbasis minyak mentah kurang kompetitif. Namun, kenaikan tersebut dibatasi oleh prospek pasokan yang membaik, dengan produksi karet alami Malaysia melonjak 31,5% bulan ke bulan pada bulan Juni. Peningkatan ini mencerminkan musim panen puncak, yang biasanya berlangsung dari Juni hingga September. China tetap menjadi tujuan terbesar untuk ekspor karet alami Malaysia, menyumbang 55,8% dari total pengiriman, menyoroti pentingnya bagi permintaan regional. Namun, permintaan mobil yang lebih lemah di China terus membebani prospek, dengan permintaan ban yang lesu dan persediaan kendaraan yang tinggi. Sementara itu, kekhawatiran pasokan jangka panjang memberikan dukungan, karena Indonesia, produsen karet terbesar kedua di dunia, melihat petani semakin beralih dari karet ke minyak sawit, mengurangi kapasitas produksi dan berpotensi memperketat pasokan global.
2026-08-14
Karet Bertahan dalam Rentang Sempit
Kontrak berjangka karet diperdagangkan sekitar 219 sen AS per kilogram pada pertengahan Agustus, tetap terikat dalam kisaran sejak awal Juli di tengah kurangnya arah pasar yang jelas. Harga minyak yang lebih tinggi memberikan dukungan bagi karet alam dengan mengurangi daya saing karet sintetis berbasis minyak mentah, karena kekhawatiran tentang pembukaan Selat Hormuz mendukung harga minyak mentah. Namun, kelemahan yang terus-menerus di pasar mobil domestik China, konsumen karet terbesar di dunia, terus membatasi kenaikan di tengah kekhawatiran tentang permintaan ban dan konsumsi karet. Penjualan mobil domestik turun 21,1% tahun ke tahun pada bulan Juli menjadi 1,47 juta kendaraan, menandai penurunan bulanan kesepuluh berturut-turut, meskipun laju kontraksi melambat. Sementara itu, ekspor kendaraan melonjak 88,2% karena produsen mobil semakin mencari pasar luar negeri untuk mengimbangi persaingan yang ketat di dalam negeri.
2026-08-12
×