Kalender
Berita
Pasar
Komoditas
Indeks
Saham
Mata Uang
Kripto
Obligasi
Indikator
Negara-negara
Prakiraan
Komoditas
Indeks
Mata Uang
Kripto
Obligasi
Negara-negara
Indikator
Kalender
Berita
Pasar
Komoditas
Indeks
Saham
Mata Uang
Kripto
Obligasi
Pendapatan
Liburan
Negara-negara
Amerika Serikat
Inggris Raya
Kawasan Euro
Australia
Kanada
Jepang
Tiongkok
Brazil
Rusia
India
Selanjutnya Negara-negara
Indikator
Suku Bunga
Tingkat Inflasi
Tingkat Pengangguran
Pertumbuhan PDB (q-to-q)
Pdb Per Kapita
Transaksi Berjalan
Cadangan Emas
Utang Pemerintah
Produksi Minyak Mentah
Harga Bensin
Peringkat Kredit
Selanjutnya Indikator
Prakiraan
Komoditas
Indeks
Mata Uang
Kripto
Obligasi
Negara-negara
Indikator
Apps
App Store
Google Play
Twitter
Emas Turun di Tengah Ketidakpastian Timur Tengah
2026-05-19 04:17
Jam Kaimo Samonte
Waktu baca 1 menit
Emas turun di bawah $4.550 per ons pada Selasa, mengembalikan sebagian dari keuntungan sesi sebelumnya karena ketidakpastian seputar konflik Timur Tengah dan kekhawatiran inflasi yang terus-menerus membebani sentimen. Pasar merespons dengan hati-hati terhadap pernyataan Presiden Donald Trump yang mengisyaratkan kemungkinan kemajuan menuju kesepakatan perdamaian dengan Iran, dengan para investor tetap meragukan bahwa resolusi untuk krisis tersebut dekat. Emas telah berada di bawah tekanan sejak konflik meletus, karena lonjakan harga minyak memicu ketakutan inflasi dan memperkuat ekspektasi untuk kenaikan suku bunga bank sentral tambahan. Inflasi AS yang lebih kuat juga telah membuat para pedagang semakin mengurangi ekspektasi untuk pemotongan suku bunga Federal Reserve tahun ini, sementara meningkatkan spekulasi bahwa Fed masih bisa menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Para investor kini menunggu menit terbaru FOMC dan data PMI AS flash untuk petunjuk lebih lanjut tentang prospek kebijakan moneter dan aktivitas ekonomi.
Emas
Komoditas
Berita
Emas Tahan Penurunan di Tengah Ketegangan AS-Iran
Emas diperdagangkan di bawah $4.500 per ons pada Rabu setelah turun hampir 2% di sesi sebelumnya, karena meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran membuat investor fokus pada risiko inflasi dan prospek suku bunga yang lebih tinggi. Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa AS dapat melanjutkan serangan terhadap Iran dalam “dua atau tiga hari” jika Teheran gagal menyetujui syarat perdamaian Washington. Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah Trump mengatakan bahwa ia telah membatalkan serangan yang direncanakan setelah permohonan dari sekutu Teluk, dengan program nuklir Teheran menjadi titik masalah utama dalam negosiasi. Konflik yang berkepanjangan telah secara efektif menjaga Selat Hormuz yang krusial tertutup untuk pengiriman, mendorong harga minyak lebih tinggi dan memperburuk tekanan inflasi. Inflasi AS yang semakin cepat juga telah mendorong trader untuk lebih mengurangi ekspektasi pemotongan suku bunga Federal Reserve tahun ini, sambil memperkuat spekulasi bahwa bank sentral masih dapat menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun.
2026-05-19
Emas Turun di Tengah Ketidakpastian Timur Tengah
Emas turun di bawah $4.550 per ons pada Selasa, mengembalikan sebagian dari keuntungan sesi sebelumnya karena ketidakpastian seputar konflik Timur Tengah dan kekhawatiran inflasi yang terus-menerus membebani sentimen. Pasar merespons dengan hati-hati terhadap pernyataan Presiden Donald Trump yang mengisyaratkan kemungkinan kemajuan menuju kesepakatan perdamaian dengan Iran, dengan para investor tetap meragukan bahwa resolusi untuk krisis tersebut dekat. Emas telah berada di bawah tekanan sejak konflik meletus, karena lonjakan harga minyak memicu ketakutan inflasi dan memperkuat ekspektasi untuk kenaikan suku bunga bank sentral tambahan. Inflasi AS yang lebih kuat juga telah membuat para pedagang semakin mengurangi ekspektasi untuk pemotongan suku bunga Federal Reserve tahun ini, sementara meningkatkan spekulasi bahwa Fed masih bisa menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Para investor kini menunggu menit terbaru FOMC dan data PMI AS flash untuk petunjuk lebih lanjut tentang prospek kebijakan moneter dan aktivitas ekonomi.
2026-05-19
Emas Pertahankan Kenaikan di Tengah Harapan Kesepakatan Iran
Emas diperdagangkan sekitar $4.550 per ons pada hari Selasa, mempertahankan keuntungan dari sesi sebelumnya seiring harapan tumbuh bahwa AS dan Iran mungkin kembali ke negosiasi, membantu meredakan beberapa kekhawatiran inflasi. Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ia menangguhkan serangan yang direncanakan terhadap Iran yang dijadwalkan pada hari Selasa setelah permohonan dari Arab Saudi, Qatar, dan UEA, mengatakan bahwa negara-negara Teluk percaya bahwa kesepakatan dengan Teheran yang memuaskan Washington masih dapat dicapai. Emas telah menghadapi tekanan sejak pecahnya konflik Timur Tengah, karena lonjakan harga minyak memperburuk ketakutan inflasi dan memperkuat ekspektasi untuk kenaikan suku bunga bank sentral lebih lanjut. Inflasi AS yang meningkat juga telah mendorong para trader untuk mengurangi ekspektasi pemotongan suku bunga Federal Reserve tahun ini, sementara meningkatkan spekulasi bahwa Fed bahkan bisa menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Investor kini menunggu menit terbaru FOMC dan pembacaan PMI AS flash untuk sinyal lebih lanjut tentang prospek kebijakan moneter dan kondisi ekonomi.
2026-05-18
×