Kalender
Berita
Pasar
Komoditas
Indeks
Saham
Mata Uang
Kripto
Obligasi
Indikator
Negara-negara
Prakiraan
Komoditas
Indeks
Mata Uang
Kripto
Obligasi
Negara-negara
Indikator
Kalender
Berita
Pasar
Komoditas
Indeks
Saham
Mata Uang
Kripto
Obligasi
Pendapatan
Liburan
Negara-negara
Amerika Serikat
Inggris Raya
Kawasan Euro
Australia
Kanada
Jepang
Tiongkok
Brazil
Rusia
India
Selanjutnya Negara-negara
Indikator
Suku Bunga
Tingkat Inflasi
Tingkat Pengangguran
Pertumbuhan PDB (q-to-q)
Pdb Per Kapita
Transaksi Berjalan
Cadangan Emas
Utang Pemerintah
Produksi Minyak Mentah
Harga Bensin
Peringkat Kredit
Selanjutnya Indikator
Prakiraan
Komoditas
Indeks
Mata Uang
Kripto
Obligasi
Negara-negara
Indikator
Apps
App Store
Google Play
Twitter
Emas Melonjak Saat Pembicaraan Iran Melemahkan Dolar, Meredakan Kekhawatiran Inflasi
2026-04-14 14:32
Joana Ferreira
Waktu baca 1 menit
Emas naik menjadi $4.800 per ons pada hari Selasa, level tertinggi sejak 18 Maret, seiring kemajuan dalam negosiasi AS-Iran yang membebani dolar dan mendorong harga minyak di bawah $100 per barel, meredakan kekhawatiran inflasi. Meskipun pembicaraan akhir pekan gagal menghasilkan kesepakatan dan blokade Selat Hormuz mulai berlaku, pejabat AS menunjukkan rencana untuk negosiasi lebih lanjut sebelum gencatan senjata dua minggu berakhir. Dolar jatuh ke level terendah dalam sebulan, dan harga minyak mentah mundur dengan harapan untuk kesepakatan jangka panjang, mengurangi ketakutan akan inflasi yang berkelanjutan dan kenaikan suku bunga. Pasar kini memperkirakan hampir 30% kemungkinan pemotongan suku bunga Fed tahun ini. Meskipun terjadi lonjakan, emas tetap sekitar 10% di bawah level pra-konflik.
Emas
Komoditas
Berita
Emas Stabil seiring Kemajuan Pembicaraan AS-Iran, tetapi Risiko Tetap Ada
Emas diperdagangkan sekitar $4.820 per ons pada hari Rabu, sedikit di bawah puncak satu bulan, saat investor mempertimbangkan perkembangan dalam pembicaraan perdamaian AS-Iran yang bertujuan mengakhiri permusuhan di Timur Tengah. Menurut Associated Press, para mediator telah membuat kemajuan dalam memperpanjang gencatan senjata, dengan kedua belah pihak setuju secara prinsip untuk memperpanjang negosiasi yang berfokus pada program nuklir Teheran, Selat Hormuz, dan kompensasi perang. Presiden AS Donald Trump menyarankan bahwa kesepakatan bisa dekat, meskipun ketidakpastian tetap ada setelah AS mengumumkan rencana untuk mengerahkan 10.000 tentara tambahan ke wilayah tersebut segera. Sementara itu, dolar tetap dekat dengan level terendah enam minggu, mendukung logam mulia. Pasar juga telah menurunkan ekspektasi untuk kebijakan moneter yang lebih ketat, dengan Federal Reserve mengadopsi sikap hati-hati saat menilai risiko inflasi. Emas, yang biasanya menjadi lindung nilai terhadap inflasi, telah turun 10% sejak konflik Iran dimulai, karena suku bunga yang lebih tinggi membatasi permintaan untuk aset yang tidak memberikan imbal hasil.
2026-04-15
Emas Tetap Stabil di Tengah Optimisme AS-Iran
Emas diperdagangkan di atas $4.800 per ons pada Rabu setelah naik sekitar 2% di sesi sebelumnya, didukung oleh harapan bahwa AS dan Iran dapat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik, meredakan kekhawatiran akan guncangan inflasi yang dipicu energi. Washington dan Teheran dilaporkan sedang bekerja untuk menjadwalkan putaran kedua pembicaraan damai dalam beberapa hari mendatang setelah negosiasi akhir pekan lalu gagal. AS terus melakukan blokade angkatan laut terhadap ekspor minyak Iran di Selat Hormuz, sementara Iran mempertimbangkan penangguhan sementara pengiriman melalui rute tersebut untuk membantu memajukan kesepakatan potensial. Sementara itu, minyak mentah mundur di bawah $90 per barel dan indeks dolar merosot ke level terendah dalam enam pekan, memberikan dukungan lebih lanjut untuk emas. Pasar juga telah mengurangi ekspektasi hawkish untuk kebijakan moneter, dengan Federal Reserve mengadopsi sikap menunggu dan melihat saat mengevaluasi risiko inflasi.
2026-04-14
Emas Melonjak Saat Pembicaraan Iran Melemahkan Dolar, Meredakan Kekhawatiran Inflasi
Emas naik menjadi $4.800 per ons pada hari Selasa, level tertinggi sejak 18 Maret, seiring kemajuan dalam negosiasi AS-Iran yang membebani dolar dan mendorong harga minyak di bawah $100 per barel, meredakan kekhawatiran inflasi. Meskipun pembicaraan akhir pekan gagal menghasilkan kesepakatan dan blokade Selat Hormuz mulai berlaku, pejabat AS menunjukkan rencana untuk negosiasi lebih lanjut sebelum gencatan senjata dua minggu berakhir. Dolar jatuh ke level terendah dalam sebulan, dan harga minyak mentah mundur dengan harapan untuk kesepakatan jangka panjang, mengurangi ketakutan akan inflasi yang berkelanjutan dan kenaikan suku bunga. Pasar kini memperkirakan hampir 30% kemungkinan pemotongan suku bunga Fed tahun ini. Meskipun terjadi lonjakan, emas tetap sekitar 10% di bawah level pra-konflik.
2026-04-14