Inflasi Filipina Tertinggi dalam 9 Bulan

2026-01-06 01:35 Czyrill Jean Coloma Waktu baca 1 menit
Inflasi tahunan di Filipina naik ke level 1,8% pada Desember 2025 dari 1,5% pada bulan sebelumnya, di atas ekspektasi pasar sebesar 1,4%. Angka tersebut merupakan level tertingginya sejak Maret, terutama didorong oleh lonjakan harga makanan dan minuman non‑alkohol dengan bobotnya yang besar (1,4% vs 0,1% di November), khususnya sayuran, umbi‑umbian, pisang olahan, kacang‑kacangan, serta minyak dan lemak. Inflasi juga menguat untuk pakaian dan alas kaki (2,2% vs 1,8%). Sebaliknya, harga melemah untuk perumahan dan utilitas (2,5% vs 2,9%), transportasi (0,3% vs 1,7%), serta minuman beralkohol dan tembakau (3,3% vs 3,6%). Secara bulanan, indeks harga konsumen naik 0,9% dari 0,2% di November, di atas perkiraan pasar sebesar 0,3%. Sementara itu, inflasi inti, yang mengecualikan sejumlah komponen pangan dan energi, berada di level 2,4% pada Desember. Rata‑rata inflasi tahunan Filipina untuk 2025 tercatat 1,7%, lebih rendah dibandingkan rata‑rata tahunan 2024 sebesar 3,2%.


Berita
Inflasi Filipina Meningkat ke Tinggi 13 Bulan
Tingkat inflasi tahunan di Filipina naik menjadi 2,4% pada Februari 2026 dari 2% pada bulan sebelumnya, sesuai dengan ekspektasi pasar. Angka terbaru ini menandai pembacaan tertinggi sejak Januari 2025, terutama didorong oleh peningkatan harga yang lebih cepat untuk makanan dan minuman non-alkohol (1,8% vs 1,1% pada Januari), perabotan, peralatan rumah tangga dan pemeliharaan (2,9% vs 2,3%), rekreasi, olahraga, dan budaya (4,3% vs 2,2%), serta layanan restoran dan akomodasi (4,4% vs 4%). Di sisi lain, biaya transportasi terus menurun (-0,3% vs -0,2%), sementara inflasi melunak untuk informasi dan komunikasi (0,7% vs 0,8%). Secara bulanan, harga konsumen naik sebesar 0,2% pada Februari, melambat dari kenaikan 0,8% pada periode sebelumnya. Sementara itu, inflasi inti, yang mengecualikan beberapa item makanan dan energi, naik menjadi 2,9%, menandai yang tertinggi sejak Juli 2024, dari 2,8% pada bulan sebelumnya.
2026-03-05
Tingkat Inflasi Filipina Tertinggi dalam 11 Bulan
Tingkat inflasi tahunan di Filipina naik menjadi 2% pada Januari 2026, melebihi baik perkiraan pasar maupun 1,8% bulan sebelumnya. Ini juga menandai pembacaan tertinggi sejak Februari, terutama didorong oleh kenaikan tajam dalam biaya perumahan dan utilitas, yang meningkat menjadi 3,3%, tertinggi dalam lima belas bulan, dari 2,5% pada bulan Desember. Harga juga naik lebih cepat untuk perabotan, peralatan rumah tangga dan pemeliharaan (2,3% vs 1,9%), restoran dan layanan akomodasi (4% vs 2,4%), serta perawatan pribadi, barang dan jasa lainnya (2,6% vs 2,2%). Sebaliknya, inflasi melunak untuk makanan dan minuman non-alkohol (1,1% vs 1,4%) dan minuman beralkohol serta tembakau (3,1% vs 3,3%), sementara biaya transportasi turun untuk pertama kalinya dalam lima bulan (-0,3% vs 0,3%). Secara bulanan, harga konsumen meningkat sebesar 0,8% pada bulan Januari, setelah kenaikan 0,9% pada periode sebelumnya. Inflasi inti, yang mengecualikan beberapa barang makanan dan energi, naik menjadi 2,8%, tertinggi sejak Juli 2024, dari 2,4% pada bulan Desember.
2026-02-05
Inflasi Filipina Tertinggi dalam 9 Bulan
Inflasi tahunan di Filipina naik ke level 1,8% pada Desember 2025 dari 1,5% pada bulan sebelumnya, di atas ekspektasi pasar sebesar 1,4%. Angka tersebut merupakan level tertingginya sejak Maret, terutama didorong oleh lonjakan harga makanan dan minuman non‑alkohol dengan bobotnya yang besar (1,4% vs 0,1% di November), khususnya sayuran, umbi‑umbian, pisang olahan, kacang‑kacangan, serta minyak dan lemak. Inflasi juga menguat untuk pakaian dan alas kaki (2,2% vs 1,8%). Sebaliknya, harga melemah untuk perumahan dan utilitas (2,5% vs 2,9%), transportasi (0,3% vs 1,7%), serta minuman beralkohol dan tembakau (3,3% vs 3,6%). Secara bulanan, indeks harga konsumen naik 0,9% dari 0,2% di November, di atas perkiraan pasar sebesar 0,3%. Sementara itu, inflasi inti, yang mengecualikan sejumlah komponen pangan dan energi, berada di level 2,4% pada Desember. Rata‑rata inflasi tahunan Filipina untuk 2025 tercatat 1,7%, lebih rendah dibandingkan rata‑rata tahunan 2024 sebesar 3,2%.
2026-01-06