Harga Emas Naik Seiring Tumbuhnya Harapan akan Pemotongan Bunga the Fed

2025-11-26 02:02 Kyrie Dichosa Waktu baca 1 menit
Harga emas naik ke sekitar level USD 4.150 per ons pada Rabu, mendekati level tertingginya dalam hampir dua pekan, setelah rilis data ekonomi yang tertunda memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve Desember mendatang. Data terbaru menunjukkan momentum konsumsi yang melemah, sementara penjualan ritel naik 0,2% pada September setelah kenaikan kuat selama Agustus, yang menandakan pelamatan belanja. Adapun harga produsen menunjukkan tekanan inflasi tetap sejalan dengan perkiraan. Sejumlah pejabat The Fed telah menyuarakan dukungan terkait pemangkasan bulan depan kdi tengah lemahnya pasar tenaga kerja. Saat ini, pasar memperhitungkan lebih dari 80% kemungkinan pemangkasan 25bps, naik dari 50% pekan lalu. Kenaikan lebih lanjut Harga ma dibatai oleh tanda-tanda meredanya ketegangan geopolitik setelah pejabat Ukraina menyetujui rencana untuk mengakhiri perang dengan Rusia, yang berarti mengurangi permintaan terhadap aset lindung nilai.


Berita
Emas Menuju Penurunan Mingguan Ketiga seiring Fed Agresif Meningkatkan Dolar
Emas jatuh menjadi $4.150 per ons pada hari Jumat, level terendah sejak 11 Juni, dan berada di jalur untuk penurunan mingguan ketiga berturut-turut karena dolar AS yang lebih kuat dan meningkatnya ekspektasi untuk kebijakan moneter yang lebih ketat membebani permintaan. Dolar naik ke level tertinggi satu tahun setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga tidak berubah tetapi menunjukkan pandangan yang lebih hawkish. Sembilan dari 19 pembuat kebijakan Fed kini memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga akhir tahun ini, sementara pasar saat ini memberikan probabilitas sekitar 70% untuk kenaikan suku bunga pada bulan September. Menambah sentimen bearish, Goldman Sachs menurunkan proyeksi harga emas akhir tahun menjadi $4.900 per ons dari $5.400 sebelumnya. Penurunan ini terjadi meskipun ketidakpastian geopolitik yang sedang berlangsung setelah Swiss mengumumkan bahwa pembicaraan yang direncanakan antara AS-Iran tidak akan berlangsung pada hari Jumat.
2026-06-19
Emas Tertekan oleh Sinyal Kenaikan Suku Bunga Fed
Emas turun di bawah $4.200 per ons pada hari Jumat, menghapus keuntungan dari awal minggu karena sinyal hawkish dari Federal Reserve AS lebih berat dibandingkan dampak positif dari perjanjian damai AS-Iran, yang mendorong harga minyak turun dan meredakan kekhawatiran inflasi. Pada hari Rabu, Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah seperti yang diharapkan, tetapi menunjukkan dukungan yang meningkat untuk kenaikan suku bunga tahun ini. Biaya pinjaman yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik aset yang tidak memberikan hasil seperti emas dengan meningkatkan biaya peluangnya. Sementara itu, para investor menyambut tanda-tanda perbaikan kondisi pengiriman melalui Selat Hormuz setelah perjanjian damai sementara AS-Iran mulai berlaku, mengakhiri konflik berkepanjangan yang memicu gangguan pasokan terbesar yang pernah ada. Namun, para pedagang tetap berhati-hati, dengan harapan bahwa mungkin diperlukan beberapa bulan untuk aktivitas pengiriman dan aliran energi pulih ke tingkat yang terlihat sebelum konflik dimulai pada akhir Februari.
2026-06-19
Emas Menguat Saat Kesepakatan AS-Iran Berlaku
Emas naik di atas $4.300 per ons pada hari Kamis, memulihkan kerugian dari sesi sebelumnya setelah Presiden Donald Trump menandatangani kesepakatan sementara untuk mengakhiri konflik dengan Iran dan membuka kembali Selat Hormuz. Laporan menunjukkan bahwa kesepakatan tersebut mencakup pembukaan kembali selat dengan cepat dan penghapusan sanksi terhadap ekspor minyak Iran, sementara negosiasi mengenai isu nuklir dan insentif ekonomi tambahan untuk Iran akan terus berlanjut. Sementara itu, emas anjlok hampir 2% pada hari Rabu setelah Federal Reserve AS memberikan sinyal dukungan yang meningkat untuk kenaikan suku bunga tahun ini. Ketua Fed Kevin Warsh menahan diri untuk memberikan panduan tentang langkah kebijakan berikutnya tetapi menekankan bahwa inflasi telah tetap di atas target 2% bank sentral selama beberapa tahun dan mengulangi komitmen Fed untuk memulihkan stabilitas harga.
2026-06-18